Lampung

Regional

Nasional

Internasional

Hukum

Musik

Sport

Tio Pakusadewo: Gimana Kalau Saya Mengharamkan MUI di Indonesia?

Tio Pakusadewo

LAMPUNG ONLINE - Beberapa hari terakhir ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengeluarkan fatwa yang dianggap agak 'nyeleneh'. 

Lembaga Islam itu mengeluarkan fatwa tentang haramnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Banyak protes dari berbagai kalangan, tak terkecuali kalangan selebritis. Aktor Tio Pakusadewo angkat bicara tentang fatwa ini.

Menurut Tio, kenapa mesti diharamkan hal semacam ini yang membawa kebaikan untuk umat. Berapa juta orang yang sudah tertolong dengan kartu ini.

"Dari kalangan selebritis kayak Ria Irawan pas sakit kanker tertolong BPJS. Dia pakai itu untuk berobat dan kemoterapi," ucap Tio Pakusadewo saat ditemui di kedai Filosofi Kopi, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2015).

Tio justru mengatakan kalau MUI ini lembaga tak jelas yang sesuka hatinya mengadili kalau itu haram. Justru Tio memiliki pandangan lain, bagaimana jika MUI itu yang diharamkan.

"Sekarang gimana kalau saya mengharamkan MUI di Indonesia. Padahal MUI itu isinya manusia semua, bukan nabi. Tapi kadang orang Indonesia suka enggak masuk akal, siapa sih yang mengangkat dia," ujar Tio Pakusadewo, seperti dilansir Tribunnews.

Seharusnya kalau MUI belajar Islam yang benar pasti tahu. Menurut Tio ini ada unsur politik di dalamnya.

"Gimana unsur ribanya, ini kan untuk kepentingan rakyat banyak. Kalau dia baca perintah Tuhan dan memahaminya harusnya enggak mesti keluar fatwa seperti itu," ucapnya. (*)

Lelah dan Lapar, Peserta Muktamar NU Asal Lampung Marahi Panitia


LAMPUNG ONLINE - Sekitar 50 orang rombongan peserta Muktamar NU dari Lampung tiba di Gedung Olahraga (GOR) Jalan KH Abdurrahman Wahid No 28 Kabupaten Jombang, Jumat (31/7/2015). Lalu mereka menuju GOR untuk melakukan pendaftaran.

Namun seorang peserta dari Lampung terlihat marah-marah yang ditujukan kepada panitia. Peristiwa itu dipicu lantaran panitia Muktamar NU meminta para rombongan segera mendaftar. Sementara rombongan yang terlihat lelah itu meminta untuk istirahat sejenak.

Panitia meminta peserta segera mendaftar untuk menentukan tempat penginapan. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus.

"Cobalah dipikir. Kami ini baru datang. Tanya mereka, apa sempat kami Shalat Subuh," kata peserta asal Lampung Khaidir Bujung yang tak mampu memendam kemarahannya.

Pria yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung itu juga terlihat menuding lembaran kertas daftar peserta di hadapan panitia. Ia meminta panitia memberi pengertian atas kehadiran rombongan dari Lampung.

Rombongan dari Lampung berangkat dari Bandara Internasional Juanda Sidoarjo dan menuju Jombang menggunakan bus. Ada satu bus yang membawa rombongan itu, seperti dilansir Beritametro.

"Makan dulu lah. Kami ini baru sampai dan sangat capek serta lapar," tambah Bujung.

Memang, Suasana GOR Jombang sejak pagi terlihat ramai. Para peserta Muktamar NU seluruh Indonesia melakukan pendaftaran. Setelah mendaftar mereka diantar ke penginapan masing-masing menggunakan mobil Elf. (*)

Bulan Ini Festival Krakatau 2015 Lampung Digelar, Catat Agendanya


LAMPUNG - Agenda tahunan Festival Krakatau yang rutin diadakan Provinsi Lampung akan segera digelar. Rencananya, rangkaian Festival Krakatau tahun 2015 yang merupakan gelaran ke 25, akan dimulai pada 23-30 Agustus.

Bagi anda yang memiliki rencana liburan ke Lampung, tidak ada salahnya melirik sekilas agenda Festival Krakatau 2015, yang telah dirilis oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Pasalnya, selain kunjungan tur Gunung Anak Krakatau yang melegenda, panitia menjanjikan sederet kegiatan baru yang kali pertama diadakan di Festival Krakatau.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Herlina Warganegara mengatakan, ada sejumlah kejutan yang dihadirkan di tahun 2015 ini kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.

"Ada beberapa kejutan acara yang siap kita gelar. Seperti pesta pantai, lomba baca puisi, jetski. Tunggu saja," ujar Herlina yang kerap turun gunung memantau sendiri potensi wisata baru di Lampung, seperti dilansir Tribunlampung, Sabtu (1/8/2015).

Penasaran dengan serunya Festival Krakatau 2015 akan datang? Berikut agenda Festival Krakatau seperti yang diungkap oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Pesta Pantai
23 Agustus 2015
Lokasi Pulau Tangkil, Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran.

Pada kegiatan ini, panitia berencana akan memusatkan kegiatan di salah satu pantai yang cukup ramai dan dikenal masyarakat Lampung, Pantai Mutun.

Terdapat beberapa kegiatan yang direncakan akan dilaksanakan pada kegiatan Pesta Pantai ini seperti, lomba foto bawah air, snorkeling ramean, fun swimming, lomba mancing dengan layang-layang, food festival, dan coffee festival.

"Kita akan adakan fotografi bawah laut, kegiatan yang belum pernah ada selama ini. Tentu akan sangat seru mengabadikan momen di bawah laut dengan keindahan terumbu karangnya," ungkap Herlina Warganegara.

"Di samping masyarakat akan kita ajak menangkap ikan secara tradisional Lampung dengan gunakan layang-layang serta mencicipi dan mengenal kopi khas Lampung di Coffee Festival," lanjut dia.

Lomba Baca Puisi
24 Agustus 2015
Lokasi Pasar Seni Enggal Bandar Lampung

Event ini bertujuan mengenalkan karya sastra Lampung, yaitu puisi Kapal Karam kepada pelajar di Lampung. Sehingga peserta bukan hanya bisa mengasah kemampuan membca puisi tapi juga mengenal karya sastra Lampung.

Krakatau Jetski Adventure
29-30 Agustus 2015
Lokasi Krakatau

Mencoba tantangan olahraga ekstrem jetski serta mengagumi kemegahan dan keindahan sisa Gunung Krakatau lebih dekat.

Tur Krakatau
29 Agustus 2015
Krakatau

Mungkin dari sederet agenda Festival Krakatau, tur krakatau menjadi agenda yang paling dinanti oleh para wisatawan. Sebab di acara inilah, kita bisa ikut serta berkunjung dan menyaksikan sendiri keindahan Gunung Anak Krakatau sisa dari letusan mahadahsyat Gunung Krakatau.

Biasanya, pemerintah akan menggunakan perhau nelayan setempat yang akan digunakan sebagai alat transportasi. Kemudian peserta diajak menjadi dan diberi kesempatan berfoto dengan latar Gunung Anak Krakatau.

Lampung Culture & Tapis Carnival
30 Agustus 2015
Mahan Agung, Bandar Lampung

Selain Tur Krakatau, Tapis Carnival tidak kalah menarik untuk dikunjungi kalian pehobi wiata dan fotografi. Sebab di kegiatan ini kita akan disuguhkan karnival pakaian fantasi yang menggunakan kain tapis sebagai bahan utama.

Sebagai bocoran, tiap tahunnya, Tapis Carnival selalu menyedot ratusan pehobi fotografi dari seluruh Indonesia hanya untuk berkesempatan menjepret momen langka satu tahunan ini.

Nah, jika sudah mengetahui apa dan kapan saja gelaran Festival Krakatau 2015, ada baiknya anda mulai menyiapkan diri untuk menjadi saksi mata kemeriahan gelaran ini.

Untuk info lebih lanjut dan terkini, anda juga bisa memantau informasi seputar Festival Krakatai melalui laman www.pariwisatalampung.com milik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampug. (*)

MOS Siswa SMP di Bekasi Telan Korban Jiwa

Ibu Evan Christoper, Ratna Dumiarti, memegang papan nama yang dibawa anaknya saat MOS di SMP Flora, Bekasi Utara. (kompas)

LAMPUNG ONLINE - Seorang siswa di SMP Flora Pondok Ungu Permai, Bekasi, Evan Christoper Situmorang (12), meningggal dunia, setelah dua minggu mengalami sakit di kedua kakinya. Itu setelah Evan berjalan hingga 4 kilometer atas perintah seniornya, saat hari terakhir Masa Orientasi Sekolah (MOS) di sekolahnya.

"Tanggal 9 Juli itu kan dia terakhir MOS di SMP Flora. Dia cerita sama saya disuruh jalan kaki dari sekolahnya di Pondok Ungu Blok A ke perumahan Puri. Lalu dari sana jalan kaki lagi ke POM bensin Pondok Ungu dan jalan lagi ke sekolah. Itu rutenya memutar dan ada sekitar 4 kilometer," jelas ibunda Evan, Ratna Dumiarti di rumahnya Sektor 5 Pondok Ungu Permai, Sabtu (1/8/2015).

Ratna bercerita, kegiatan berjalan kaki sejauh itu merupakan kegiatan "cinta lingkungan" yang diadakan panitia MOS. Setelah pulang dari kegiatan itu, Evan mengeluh sakit di bagian kaki kepada ibunya. Kakinya keram dan biru-biru.

"Kaki Evan sakit, bu," ujar Ratna menirukan keluhan anaknya.

Ratna mengatakan, Evan masih tetap ingin masuk sekolah pada keesokan harinya. Bahkan, Evan bercerita bahwa dia sempat bermain futsal di sekolah. Setelah itu kondisi kakinya semakin bertambah parah.

Melihat kondisi Evan yang semakin parah, Ratna mencoba mengobati Evan dengan berbagai pengobatan. Dia mengajak Evan untuk pijat refleksi dan berobat ke puskesmas.

"Tapi dia itu enggak pernah mengeluh, tetap sekolah," ujar Ratna.

Rasa sakit itu terus dialami Evan hingga dua minggu. Pengobatan yang dilakukan Evan hanya ala kadarnya.

Ratna bercerita pada Selasa (28/7/2015), Evan jatuh di kamar mandi sekolah. Ratna menduga kaki anaknya kembali keram dan tak kuat berjalan hingga terjatuh.

"Setelah itu saya ditelepon dari sekolah. Bilangnya anak saya kakinya keram enggak bisa jalan, enggak bisa berdiri. Saya ini juga guru ya, saya langsung jemput anak saya di sekolah," ujar Ratna.

Setelah peristiwa jatuh di kamar mandi, Evan tidak masuk sekolah. Ratna kembali mengajak anaknya berobat di puskesmas. Pada Kamis (30/7/2015) sore, tiba-tiba Evan kejang-kejang.

Ratna langsung panik melihat kondisi anaknya. Saat itu, ia mencari bantuan warga sekitar di lingkungan rumahnya yang sedang sepi saat itu, seperti dilansir Kompas.

"Kata dokter, maaf bu, anak ibu sudah meninggal dalam perjalanan," ujar Ratna.

"Saya enggak mau anak saya mati dokter. Saya enggak mau. Tapi suami saya bilang, ya sudah ikhlaskan saja," tambah Ratna. (*)

Wow! Ini Dia Ponsel Super Kuat Berstandar Militer

Caterpillar S40. (ist)

LAMPUNG ONLINE - Ponsel bermerek Caterpilar mungkin masih sangat asing di telinga. Kendati demikian, sebenarnya produsen tersebut rajin membuat ponsel tangguh, yang tahan terhadap cuaca ekstrim dan bantingan.

Model ponsel terbaru yang dibuat dinamakan dengan Caterpillar S40. Apa keunggulannya? ponsel ini dilengkapi dengan IP68, yang memungkinkan bertahan di dalam air selama 60 menit di kedalaman 1 meter. Tidak hanya itu, handset ini juga memiliki daya tahan terhadap debu.

Bahkan, ketangguhan telefon ini telah terjamin karena memiliki sertifikasi dari Military Standard 810G certification. Mereka mengklaim, Caterpillar S40 tahan terhadap bantingan meski terjatuh pada ketinggian 1,8 meter atau 6 kaki.

Sayangnya, jeroan internal ponsel ini tidak segahar spesifikasi luarnya. Ponsel bermaterial kaca pelindung Gorilla Glass 4 ini, hanya dilengkapi dengan resolusi 540x960 piksel.

Adapun otaknya, dikomandoi oleh chip Snapdragon 210 quad-core berkecepatan 1,1 GHz. RAM yang diberikan adalah 1 GB.

Ponsel ini juga dilengkapi dengan ruang memori internal 16 GB, yang dapat diperluas dengan microSD. Adapula dukungan kamera 8MP dan 2MP dibagian belakang dan depannya. Demikian seperti dikutip Phonearena dan dilansir dari Okezone, Sabtu (1/8/2015). (*)

Ini Kisah di Balik Fenomena Blue Moon


LAMPUNG ONLINE – Fenomena alam langka yang disebut Blue Moon menghiasi langit pada 31 Juli 2015. Menggunakan istilah Blue Moon, bukan berarti bulan menjadi berwarna Biru, meskipun ada kemungkinan itu terjadi.

Blue Moon sendiri diartikan sebagai bulan purnama kedua yang terjadi pada bulan yang sama. Istilah Blue Moon yang digunakan saat ini bermula saat seorang penulis melakukan kesalahan. Menurut Philip Hiscock, folklorist di Memorial University of Newfoundland, ungkapan Blue Moon itu merupakan makhluk dari cerita rakyat.

Melansir laman Space dan Okezone, Sabtu (1/8/2015), Hiscock mencoba mencari tahu istilah Blue Moon itu berasal. Dulu, istilah itu digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak masuk akal. Pada 1946, astronomi amatir James Hugh Pruett (1886-1955) menulis dalam majalah Sky & Telescope. 

Pruett membuat asumsi salah dalam Maine Farmers Almanac, yang secara konsisten menggunakan Blue Moon untuk mengartikan bulan ketiga penuh dalam satu musim dari empat bulan purnama yang terjadi.

Akan tetapi Hiscock dan astonom Texas Donald W. Olson membantu majalan keluar dari kekeliruan dan mengakui kesalahan yang terjadi. Kesalahan itu menyebabkan definisi Blue Moon sebagai bulan purnama kedua dalam bulan yang sama. Blue Moon sendiri dilaporkan terjadi sekira setiap 2,7 tahun.

Blue Moon ini dilaporkan terjadi pada 31 Juli 2015, setelah bulan purnama pertama muncul pada 1 Juli 2015. Meskipun, Bulan untuk menggambarkan Blue Moon ini tidak berwarna biru, apakah Bulan tersebut tak menutup kemungkinan berubah warna menjadi biru? Jawabannya, bisa.

Menurut ilmuwan, Bulan akan berwarna biru saat ada kebakaran hutan atau letusan gunung berapi yang dikarenakan asap atau abu naik ke atmosfer, dan saat ini kemungkinan Bulan akan berwarna biru. (*)

Dipenjara 10 Bulan, Korban Salah Tangkap Tuntut Pemerintah Ganti Rugi

Dedi dan istri. (ist)

LAMPUNG ONLINE - Dedi (33), tukang ojek korban salah tangkap sempat merasakan dinginnya penjara selama 10 bulan. Dia dipidana atas kasus yang tidak pernah dia lakukan. Dedi ditangkap pada 10 September 2014 lalu, kemudian diproses Polres Jakarta Timur atas kasus penganiayaan hingga menyebabkan sopir angkot meninggal.

Menurut pengacaranya dari LBH Jakarta, Romy Leo Rinaldo, Sabtu (1/8/2015), kliennya mendapat intimidasi agar mengaku. Pada November kasus disidang, dan dengan kesaksian saksi palsu PN Jaktim memvonis kliennya dua tahun penjara pada April 2015.

Romy banding dan menghadirkan bukti-bukti bahwa kliennya tak ada di lokasi saat peristiwa terjadi. Kliennya bebas, namun sempat menjalani 10 bulan penjara.

"Kami akan menggugat perdata, klien kami menderita kerugian," jelas Romy.

Romy tak jelas menyebut siapa saja yang akan digugat secara perdata dan dilaporkan ke pidana. Menurut dia, pemerintah salah satu yang akan diminta pertanggungjawaban, seperti dilansir Detik.

"Kami minta rehabilitasi nama baik dan ganti kerugian klien kami," jelas Romy.

Selama proses hukuman, istri Dedi, Nurohmah terpaksa mengojek. Anak dia semata wayang M Ibrahim juga meninggal karena kurang gizi. Polda Metro Jaya sudah menanggapi kasus ini dan akan melakukan pemeriksaan kepada penyidik yang menangani Dedi. (*)

Kini, Google Translate Bisa Diakses Tanpa Internet


LAMPUNG ONLINE - Jika Anda tengah berada di sebuah destinasi yang asing dan tidak terkoneksi Internet, Anda bisa mengandalkan aplikasi Google Translate di ponsel Anda.

Pengguna Google Translate di Indonesia, kini bisa menikmati teknologi visual yang bisa menerjemahkan teks secara real time, dan tidak membutuhkan koneksi Internet.

Anda tinggal membuka aplikasi Google Translate di ponsel Android dan iOS, menekan ikon kamera, dan mengarahkannya pada teks Bahasa Inggris yang ingin diterjemahkan, misalnya rambu jalan, menu restoran, atau resep. Secara langsung, Anda akan melihat teks bertransformasi ke Bahasa Indonesia di layar ponsel.

“Kami sadar kalau pengguna paling membutuhkan alat penerjemah saat mereka jauh dari komputer, atau saat mereka tidak terhubung pada Internet, misalnya saat berwisata atau memesan makanan di restoran. Kami bekerja keras untuk terus memberi pengalaman baru sesuai kebutuhan pengguna, maka kami senang sekali bisa menyediakannya bagi pengguna di Indonesia,” kata Julie Catteau, Product Manager, Google Translate dalam keterangan resminya, seperti dilansir Okezone, Jumat (31/7/2015).

Indonesia menjadi satu dari 27 bahasa yang sekarang bisa menikmati teknologi ini. Selain itu, bagi pengguna di Indonesia, di mana koneksi Internet kadang tidak stabil, tim Google Translate juga telah memperbarui fitur mode percakapan menjadi lebih mulus dan netral pada koneksi Internet lemah.

Fitur ini memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam dua bahasa yang berbeda, yang kemudian diterjemahkan oleh Google Translate secara real time.

“Setengah dari konten Internet tersedia dalam Bahasa Inggris, tapi hanya 20 persen dari populasi dunia yang fasih berbahasa Inggris,” tambah Julie.

Julie berharap, usaha ini bisa membantu pengguna berkomunikasi dan menemukan informasi yang Anda butuhkan, di mana pun dan kapan pun Anda membutuhkannya.

Aplikasi Google Translate bisa diunduh di Play Store untuk ponsel berbasis Android dan di Apple Store untuk iOS. (*)

Anakidah! Foto Asusila Guru Agama Beredar di Facebook

ilustrasi

LAMPUNG ONLINE - Foto asusila seorang guru agama sebuah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berinisial AM, beredar melalui media sosial Facebook. Foto asusila bergambar syur tersebut diunggah oleh seorang laki-laki dengan akun EW. 

Jumlah foto yang diunggah mencapai ratusan lebih dengan pose yang beraneka ragam. Diduga, perbuatan asusila dilakukan di sebuah hotel di kawasan Banyuwangi dan Surabaya.

Dalam pesan yang diselipkan di foto-foto tersebut, EW mengungkapkan bahwa dirinya merasa sakit hati ditinggal menikah dengan orang lain, seperti dilansir Okezone, Sabtu (1/8/2015). 

Selain itu, dalam foto yang diunggah itu juga terdapat foto AM yang telah menikah lagi dengan seorang kepala desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Mlirip 1, Sumaryati membenarkan jika guru yang bersangkutan pernah mengajar di SD tersebut sebagai guru agama. Namun, sejak adanya merger sekolah tahun 2013, guru yang bersangkutan sudah tidak aktif dan menghilang hingga saat ini. (*)