TULANG BAWANG — Benchmarking yang dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Ishlah bukan sekadar kunjungan seremonial. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua STIT Darul Ishlah, Gus Tohir Muntoha, datang ke Yogyakarta untuk menyerap praktik pengelolaan pendidikan tinggi yang telah diterapkan UNU Yogyakarta.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, kedua institusi membahas sejumlah aspek fundamental. Mulai dari sistem penjaminan mutu internal, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan akademik.
Gus Tohir menegaskan bahwa hasil diskusi ini akan menjadi bahan evaluasi utama bagi pengembangan STIT Darul Ishlah ke depan. Ia menyebut ada empat fokus utama yang menjadi perhatian rombongannya.
“Kegiatan ini adalah ikhtiar kami untuk belajar langsung dari UNU Yogyakarta, bagaimana mereka mengembangkan sistem pendidikan, membangun jejaring, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya kepada NU Media Jati Agung, Sabtu (1/8/2026).
Pihak UNU Yogyakarta menyambut hangat rombongan STIT Darul Ishlah. Dalam sambutannya, perwakilan UNU menyebut kolaborasi antarkampus di lingkungan Nahdlatul Ulama merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh berhenti pada seremonial belaka.
“Sinergi antar kampus NU adalah kunci agar kita tidak berjalan sendiri. Dengan adanya kerja sama, kita bisa saling berbagi pengalaman, praktik terbaik, dan inovasi yang telah diterapkan,” ungkap perwakilan UNU Yogyakarta.
Menurut mereka, silaturahmi akademik semacam ini mampu membangun jaringan yang produktif sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Selain diskusi panel, rombongan STIT Darul Ishlah juga melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas penunjang akademik di UNU Yogyakarta. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata bagaimana penerapan tata kelola perguruan tinggi yang efektif dan efisien di lingkungan kampus NU.
Gus Tohir berharap, melalui benchmarking ini, STIT Darul Ishlah dapat mengadaptasi praktik terbaik yang relevan dengan kebutuhan institusinya. Langkah ini diyakini mampu memperkuat daya saing kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inovatif dan adaptif terhadap tantangan zaman.