BANDARLAMPUNG — Satelit Lampung-1 resmi masuk dalam manifest peluncuran perdana misi Satelit Kembar Hiperspektral OSE. STAR.VISION, melalui akun Instagram resminya, @star.vision_aerospace, mengonfirmasi bahwa roket pembawa telah diangkut ke kapal peluncur dan sedang menuju titik lokasi di laut lepas pantai Shandong, China.
Misi ini tidak hanya membawa Satelit Lampung-1. STAR.VISION turut menyertakan Samarkand 2028, satelit yang dikembangkan bersama Uzbekistan untuk mendukung pemantauan ekologi regional dan inovasi teknologi. Dalam unggahan tersebut, perusahaan menandai Pemerintah Provinsi Lampung, BRIN Indonesia, dan Uzcosmos Uzbekistan sebagai pihak yang terlibat dalam kolaborasi.
STAR.VISION menjelaskan bahwa Satelit Lampung-1 dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan di wilayah Lampung. Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola lingkungan serta membuka peluang kolaborasi industri di daerah.
Kehadiran satelit ini menjadi langkah konkret bagi Pemprov Lampung untuk memanfaatkan teknologi antariksa dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. Data yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk memantau kondisi perairan, aktivitas perikanan, hingga perubahan garis pantai secara lebih presisi.
Kedua satelit dalam misi ini dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang dipadukan dengan komputasi kecerdasan buatan (AI) di dalam satelit. Keunggulan utamanya, proses pengolahan data tidak perlu menunggu transmisi besar-besaran ke stasiun bumi.
Dengan AI yang tertanam, satelit mampu memproses informasi langsung di orbit. STAR.VISION menyebut teknologi ini menghasilkan data yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih mudah diakses oleh berbagai pengguna, termasuk pemerintah daerah dan institusi riset.
Keterlibatan BRIN Indonesia dalam misi ini menegaskan posisi Lampung dalam peta kerja sama antariksa global. Selain memperkuat riset, kolaborasi ini menjadi ajang transfer teknologi yang dinilai penting bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang antariksa dalam negeri.
STAR.VISION mengajak publik untuk terus mengikuti perkembangan terbaru menjelang hari peluncuran (liftoff). Peluncuran dari laut dipilih sebagai metode yang fleksibel dan efisien untuk membawa muatan satelit ke orbit.