WAY KANAN — Debit air Sungai Way Kanan yang terus menurun selama dua bulan kemarau memunculkan pemandangan tak lazim di Kampung Kartajaya, Dusun IV, Kecamatan Negara Batin. Hamparan pasir putih yang biasanya terendam air kini terbuka lebar dan diserbu warga sebagai tempat rekreasi dadakan.
Rekaman video yang diterima redaksi menunjukkan area pinggir sungai berpasir itu ramai pengunjung pada sore hari. Suasana terlihat hidup: sebagian warga duduk santai di atas pasir, anak-anak bermain pasir, sementara beberapa pemuda tampak asyik dengan ponselnya. Pemandangan itu berlatar aliran sungai berair cokelat dengan pepohonan rindang dan kebun sawit di seberangnya.
Fenomena ini bukanlah pantai buatan atau destinasi resmi yang dikelola pemerintah daerah. Kemunculannya murni akibat faktor alam: intensitas hujan yang rendah membuat volume air sungai turun drastis, memperlihatkan dasar sungai yang berpasir halus.
Hamparan pasir yang luas itu lantas menjadi daya tarik tersendiri. Warga yang biasanya tak memiliki akses mudah ke pantai kini bisa menikmati suasana mirip liburan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pesisir timur Lampung.
Dari pantauan visual, aktivitas warga beragam. Anak-anak terlihat paling antusias memanfaatkan hamparan pasir sebagai area bermain. Beberapa di antaranya sibuk membuat bentuk-bentuk dari pasir, sementara yang lain berlarian di permukaan yang kering.
Kelompok pemuda dan remaja memilih duduk melingkar di atas pasir. Tak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk sekadar melepas penat sambil menikmati angin sore di tepi sungai. Suasana santai dan guyub tampak mendominasi lokasi.
Kemunculan hamparan pasir ini merupakan siklus tahunan yang terjadi saat musim kemarau melanda wilayah Way Kanan dan sekitarnya. Namun, setiap tahunnya lokasi ini selalu ramai kembali dikunjungi, terutama pada akhir pekan ketika warga memiliki waktu luang lebih banyak.
Belum ada pengelolaan resmi dari pemerintah desa maupun kecamatan terkait lokasi ini. Warga datang atas inisiatif sendiri, memanfaatkan ruang publik alami yang muncul secara musiman di tengah kampung mereka.
Meski demikian, keberadaan tempat ini menjadi alternatif rekreasi murah yang mudah dijangkau warga setempat. Tanpa biaya tiket masuk, warga bisa menikmati suasana alam yang berbeda dari rutinitas harian mereka.