TANGGAMUS — Lahan yang sebelumnya tidak produktif di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, kini berubah menjadi area pertanian bawang putih berkualitas. Panen raya serentak yang dihadiri Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi ini menandai keberhasilan program pendampingan intensif yang berjalan sejak April 2026.
Bawang putih yang dihasilkan masuk kategori Grade A dengan pendampingan teknis langsung dari tim ahli asal Sembalun, Lombok Timur. Keberhasilan ini membuktikan kesesuaian iklim dan tanah dataran tinggi Ulubelu untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi tersebut.
Bupati Moh. Saleh Asnawi memastikan program ini tidak berhenti pada panen perdana. Pemerintah kabupaten telah menyiapkan beberapa hektare lahan tambahan untuk perluasan budidaya pada musim tanam berikutnya.
“Kita sudah siapkan beberapa hektare lahan untuk pengembangan berikutnya. Harapan kami, bawang putih dapat menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Bupati dalam sambutannya di lokasi panen.
Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat kebutuhan bawang putih nasional masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri. Sepanjang 2025, Indonesia tercatat mengimpor sekitar 541.400 ton bawang putih.
Produksi lokal dari Ulubelu dinilai menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan tersebut. Selain menjaga stabilitas pasokan, pengembangan komoditas ini juga mengoptimalkan lahan pertanian yang ada dan meningkatkan kesejahteraan petani pedesaan.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menjelaskan, program budidaya ini berawal dari survei dan kajian di sejumlah lokasi yang dinilai potensial. Polres bersama kelompok tani binaan kemudian menggarap lahan yang sebelumnya terbengkalai menjadi area produktif.
“Panen perdana ini menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Kami akan memperbaiki pengolahan lahan, memperkuat pendampingan teknis, dan terus bekerja sama dengan instansi terkait agar budidaya bawang putih di Tanggamus semakin berkembang,” kata Rahmat.
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Agung Setyo Utomo, jajaran Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri Tanggamus, serta perwakilan PGE Ulubelu. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan dukungan luas terhadap pengembangan agribisnis di kawasan tersebut.
Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya sentra produksi bawang putih di Kabupaten Tanggamus. Model kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan petani ini dinilai efektif dalam mengembangkan komoditas pertanian strategis.
Bupati menambahkan, apresiasi tinggi diberikan kepada Polres Tanggamus dan kelompok tani yang telah membuktikan bawang putih dapat tumbuh dengan sangat baik di Ulubelu. Program ini akan terus ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.