KALIANDA — Deretan penjor dan bade berdiri megah di sepanjang jalan Dusun Pandearge, Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan. Ukiran berwarna keemasan berkilau diterpa matahari siang, sementara payung-payung suci menjulang menaungi setiap bangunan adat. Aroma dupa menguar lembut di udara, berpadu dengan lantunan doa yang mengiringi prosesi spiritual menuju puncak acara.
Suasana itu bukan berada di Pulau Bali, melainkan di tengah perkampungan warga di Lampung Selatan. Tradisi dan semangat gotong royong yang menyatu dalam upacara ini dinilai bukan sekadar ritual, tetapi juga aset pariwisata yang bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ketua TP PKK Lampung Selatan yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, hadir langsung dalam rangkaian upacara tersebut, Selasa (4/8/2026). Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa tradisi lokal mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Menurut Zita, kombinasi antara seni, tradisi yang masih hidup, serta kreativitas masyarakat menjadi daya tarik tersendiri. Ia menilai keramahan warga setempat menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua daerah.
"Saya melihat masyarakat Balinuraga sangat ramah, budayanya masih sangat kuat, dan kreativitas masyarakatnya luar biasa. Potensi seperti ini harus terus didukung, agar Balinuraga menjadi salah satu destinasi wisata budaya kebanggaan Lampung Selatan," kata Zita Anjani.
Bagi Zita, budaya bukan sekadar warisan leluhur yang wajib dijaga. Lebih dari itu, budaya adalah aset daerah yang dapat memberikan manfaat nyata apabila dikelola secara berkelanjutan dan terarah.
Pengembangan desa wisata berbasis budaya dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, menggerakkan UMKM lokal, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan. Desa Balinuraga sendiri dikenal sebagai salah satu permukiman masyarakat Bali pertama yang dibuka melalui program transmigrasi pada era 1960-an.
Dukungan terhadap pengembangan destinasi ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni belaka. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, serta pelaku usaha pariwisata untuk mewujudkan Balinuraga sebagai tujuan wisata budaya yang dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.