PESISIR BARAT — Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Mesuji Sekampung menyatakan seluruh material konstruksi pengaman pantai telah melalui pemeriksaan ketat. Salah satu poin krusial yang diuji adalah sampel pasir sebagai bahan penyusun beton, yang dipastikan bukan berasal dari pasir laut.
Hasil pengujian menunjukkan pasir yang digunakan memenuhi seluruh persyaratan teknis yang tercantum dalam spesifikasi pekerjaan. Setiap material yang tidak sesuai ketentuan langsung ditolak oleh konsultan supervisi bersama pengawas pekerjaan dan tidak diizinkan masuk ke proses konstruksi.
BBWS menegaskan buis beton yang diproduksi dalam proyek ini tidak dirancang sebagai gorong-gorong yang menerima beban lalu lintas kendaraan. Material tersebut berfungsi sebagai armor atau pelindung bangunan pengaman pantai untuk meredam energi gelombang laut dan mengurangi dampak abrasi.
Karena fungsinya berbeda, tulangan pada buis beton tidak didesain untuk menahan beban kendaraan. Tulangan justru menjaga struktur tetap utuh selama proses pengangkatan, pengangkutan, dan pemasangan, sekaligus mengurangi potensi retak akibat benturan saat material dipindahkan ke lokasi pekerjaan.
SNVT PJSA Mesuji Sekampung menyebut buis beton telah melalui serangkaian uji lapangan, mulai dari proses pengangkatan, pengangkutan, hingga pemasangan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh unit berada dalam kondisi baik tanpa retakan maupun kerusakan yang dapat memengaruhi kinerja struktur.
Selain uji lapangan, mutu beton pada buis beton dan kubus beton juga diuji sesuai metode yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis. Hasilnya, kualitas beton memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Pengawasan mutu disebut dilakukan secara ketat selama pelaksanaan proyek. Langkah ini diambil untuk memastikan bangunan pengaman pantai mampu bertahan menghadapi tekanan gelombang di kawasan pesisir Krui Selatan.