MESUJI — Ribuan warga penerima manfaat mengikuti Bakti Sosial Terpadu yang digelar Pemkab Mesuji bersama Sentra Wyata Guna Bandung Kementerian Sosial RI, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini memadukan penyaluran bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga edukasi pembangunan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di kabupaten setempat.
Bupati Mesuji Hj. Elfianah, S.E., menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan sosial secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci percepatan penanganan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup warga.
Di hadapan para camat, kepala desa, dan pendamping PKH, Elfianah menegaskan bahwa akurasi data penerima bantuan menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh elemen masyarakat mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan sosial tidak lagi salah sasaran.
"Dengan data yang valid, bantuan akan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Bupati dalam sambutannya. Ia juga mengimbau warga memperbarui administrasi kependudukan dan kepesertaan BPJS Kesehatan agar akses layanan kesehatan semakin mudah.
Pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar dalam bakti sosial ini menyasar kelompok rentan yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Pemkab Mesuji memastikan layanan ini akan terus digencarkan di berbagai kecamatan.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan program bantuan bibit kakao bagi petani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan dan pendapatan masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas.
Sementara itu, di bidang pendidikan, Pemkab Mesuji terus memperkuat penyelenggaraan Sekolah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini menjadi alternatif bagi warga yang ingin menempuh pendidikan nonformal.
Elfianah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini penting mengingat dampaknya yang luas, tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana kabut asap yang merugikan banyak pihak.
Warga diajak memanfaatkan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Program ini dinilai efektif menekan pengeluaran harian di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Selain itu, Bupati mengajak warga meningkatkan kesadaran membayar pajak. Menurutnya, hasil pajak yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan jalan, jembatan, sekolah, puskesmas, dan berbagai layanan publik lainnya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mesuji untuk terus bergotong royong mendukung program pemerintah. Dengan sinergi yang baik, kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Mesuji akan terus meningkat," pungkas Elfianah.