MIN 1 Lampung Timur Gelar Pelatihan Mekanisme Perlindungan Anak, Data KemenPPPA Sebut Zona Merah Kekerasan

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:40:01 WIB
Suasana peserta mengikuti sesi pelatihan mekanisme perlindungan anak di lingkungan madrasah, Lampung Timur, Sabtu (8/8/2026).

LAMPUNG TIMUR — MIN 1 Lampung Timur menggelar kegiatan "Refresh Mekanisme Perlindungan Anak di Madrasah" pada Jumat–Sabtu (7–8/8/2026). Kegiatan ini diikuti kontingen pendidik dan tenaga kependidikan dari enam madrasah di Kabupaten Lampung Timur, bekerja sama dengan YPSK dan mitra internasional ChildFund International.

Kegiatan ini menjadi respons atas data KemenPPPA yang menempatkan tingkat kekerasan terhadap anak di Lampung Timur dalam zona merah. Kepala MIN 1 Lampung Timur, Darsono, menyebut pendekatan penanganan kasus selama ini masih didominasi tindakan represif setelah kejadian.

"Selama ini di daerah kita pendekatan penanganan masih dominan pada penindakan kasus setelah kejadian. Kita masih minim pendekatan persuasif, promotif, dan preventif," ujarnya.

Prinsip Pencegahan Sudah Ada dalam Ajaran Islam

Darsono menambahkan bahwa prinsip perlindungan anak sejatinya telah lama ditanamkan dalam ajaran Islam. Menurutnya, madrasah tidak bisa menghindar dari persoalan yang muncul di lingkungan sekolah, tetapi yang terpenting adalah memiliki mekanisme penyelesaian yang terstruktur.

"Masalah akan selalu ada di lingkungan sekolah, namun yang terpenting adalah bagaimana kita memiliki mekanisme dan tim yang tepat untuk menyelesaikannya secara bijak dan terstruktur," kata Darsono.

MIN 1 Lampung Timur sendiri telah menjalankan program Perlindungan Anak di Madrasah (PPA) selama dua tahun terakhir. Praktik baik ini diharapkan bisa mengimbasi madrasah lain di kabupaten tersebut.

Program Prioritas Kemenag: Madrasah Ramah Anak

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lampung Timur, Latif Khairin Bahri, mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan YPSK dan ChildFund International. Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas Kementerian Agama untuk mewujudkan Madrasah Ramah Anak (MRA).

"Saya sangat menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat untuk memajukan madrasah ke depan. Salah satu program prioritas Kementerian Agama adalah mewujudkan Madrasah Ramah Anak," tegas Latif.

Latif menambahkan bahwa inisiatif yang digagas MIN 1 Lampung Timur dinilai luar biasa dan perlu terus dilanjutkan serta diperluas ke madrasah-madrasah lain. Pembentukan akhlakul karimah disebutnya sebagai pondasi utama karakter siswa yang harus dijaga melalui lingkungan belajar yang aman.

Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Anak

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari berbagai unsur, termasuk perwakilan YPSK dan ChildFund International yang memiliki fokus utama pada perlindungan anak dan pemberdayaan pemuda. Materi yang disampaikan mencakup pemantapan sistem pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap peserta didik.

Dengan adanya kegiatan ini, para pendidik di enam madrasah diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur penanganan kasus kekerasan, sehingga respons terhadap laporan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: kemenaglampungtimur.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top