LAMPUNG — Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi oleh Pertamina di Agustus 2026 tidak menyentuh semua produk. Di SPBU Kota Bobong, Pulau Taliabu, hanya dua jenis BBM yang mengalami perubahan harga, sementara produk lain seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap.
Kepala Bagian SPBU Pulau Taliabu, Jenly Halean, mengonfirmasi penurunan harga tersebut kepada cermat pada Kamis (6/8/2026). Menurutnya, Pertamax Green 95 turun Rp 300 dari Rp 16.600 menjadi Rp 16.300 per liter. Sementara itu, harga Pertamax RON 92 juga mengalami penyesuaian dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter.
Di tengah kabar penurunan harga, Jenly menegaskan bahwa BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar tetap di angka Rp 6.800 per liter.
“Pertamax Green mengalami penurunan harga sebesar Rp 300 dari harga sebelumnya Rp 16.600 per liter menjadi Rp 16.300 per liter. Sementara untuk harga BBM subsidi dan non subsidi lainnya tidak mengalami penurunan,” kata Jenly.
Ada catatan menarik terkait Biosolar. Jenly menjelaskan bahwa per Agustus 2026, komposisi campuran biodiesel telah berubah dari B40 menjadi B50. Meski kandungan bahan bakunya berbeda, harga jualnya tidak ikut berubah alias tetap Rp 6.800 per liter.
Meski harga Pertamax resmi turun, sebagian warga Pulau Taliabu menilai penurunan itu belum cukup signifikan. Acheng, pengguna kendaraan roda dua di Taliabu, menyampaikan harapannya agar harga Pertamax bisa lebih kompetitif terhadap Pertalite.
“Yang kami inginkan, Pertamax dapat turun lagi harganya. Minimal harga Pertamax itu di angka Rp 10.000 atau Rp 10.500,” katanya.
Permintaan ini cukup masuk akal mengingat selisih harga antara Pertalite dan Pertamax saat ini mencapai Rp 5.950 per liter. Dengan perbedaan hampir 60 persen, banyak pengendara roda dua yang memilih tetap menggunakan Pertalite meski kualitas pembakarannya berbeda.
Berikut rincian harga BBM terbaru yang berlaku di SPBU Pulau Taliabu dan seluruh Indonesia:
Penurunan harga Pertamax Turbo terbilang paling dalam, mencapai Rp 1.000 per liter. Namun perlu dicatat, produk Bio Etanol belum tersedia di SPBU Kota Bobong, sehingga pilihan BBM di sana baru sebatas Pertalite, Pertamax, Biosolar B50, dan Dexlite.
Penyesuaian harga ini berlaku mulai 1 Agustus 2026 dan mengikuti ketetapan resmi Pertamina. Bagi pemilik kendaraan yang rutin menggunakan Pertamax, penghematan yang didapat sekitar Rp 15 ribu per pengisian penuh tangki motor matik. Untuk mobil, angkanya bisa lebih besar tergantung kapasitas tangki.