Mbah Suparsono di Pringsewu Terluka Rumahnya Dipasangi Plang oleh Orang yang Dianggap Saudara Kandung

Penulis: Nasrul Effendi  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:14:31 WIB
Mbah Suparsono, warga lanjut usia di Pekon Banyumas, Pringsewu, menceritakan persoalan rumahnya yang dipasangi plang oleh orang yang dianggapnya saudara kandung.

PRINGSEWU — Tangis dan kegelisahan menyelimuti rumah Mbah Suparsono di Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Di usianya yang tak lagi muda, ia harus menghadapi persoalan keluarga yang menurutnya sangat menyakitkan.

Pengakuan tersebut disampaikan Mbah Suparsono saat menerima kunjungan Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kabupaten Pringsewu, Yurizah Alie, Jumat (6/8/2026). Dalam pertemuan itu, ia menceritakan duduk perkara yang berkaitan dengan rumah tempat tinggalnya dan hubungan dengan saudara-saudara angkatnya.

Klaim Mbah Suparsono: Selalu Membantu, Tak Pernah Mencari Masalah

Dengan mata berkaca-kaca, Mbah Suparsono mengaku tidak memahami mengapa persoalan itu kembali muncul. Ia merasa selama ini tidak pernah mencari masalah dan justru banyak membantu saudara-saudaranya.

"Saya tidak tahu kenapa sampai begini. Selama ini saya tidak pernah bikin masalah atau berulah. Justru saya selalu membantu kesusahan saudara saya," keluhnya.

Ia menegaskan, meski dirinya dan saudara-saudaranya merupakan anak angkat dari orang tua yang sama, ia tidak pernah membeda-bedakan mereka.

"Meskipun kami sama-sama anak angkat, saya tidak pernah menganggap mereka saudara angkat. Saya anggap mereka seperti saudara kandung," ujarnya.

Rumah Dipasangi Plang: Perlakuan yang Dinilai Tidak Manusiawi

Menurut pengakuannya, sejak kecil hingga saudara-saudaranya menikah, berbagai kebutuhan mereka ikut dibiayainya. Ia juga menyebut pembagian harta peninggalan orang tua angkatnya, Kasiran, sebelumnya telah dilakukan berdasarkan amanah almarhum.

Namun, persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Mbah Suparsono mengaku sebelumnya telah beberapa kali menghadapi persoalan serupa dan sempat diselesaikan melalui mediasi dengan dituangkan dalam surat perjanjian.

"Saya kaget dan tidak percaya. Tanpa ada angin, tanpa ada hujan, tiba-tiba rumah tempat tinggal saya dipasangi plang oleh orang suruhan yang selama ini saya anggap saudara kandung," katanya.

Kondisi tersebut semakin memukulnya karena usia yang sudah lanjut dan keterbatasan ekonomi. "Usia saya sudah renta. Saya memang orang tidak mampu, tapi saya masih punya hati dan pikiran jernih. Saya tidak menyangka akan mendapat perlakuan yang menurut saya sangat tidak manusiawi," lanjutnya.

Dokumen Atas Nama Mbah Suparsono, Berharap Hukum Tegak

Di tengah persoalan itu, Mbah Suparsono berharap aparat penegak hukum dapat melihat persoalan secara objektif. Ia menyatakan seluruh dokumen terkait kepemilikan harta yang dipersoalkan tercatat atas namanya.

"Semua harta yang ada saat ini atas nama saya. Saya juga yang selalu bayar pajak setiap tahun. Di petuk pajak juga atas nama saya," jelasnya.

Dalam kunjungannya, Yurizah Alie tampak berusaha memberikan dukungan moril kepada pasangan lansia tersebut. Ia bahkan memeluk istri Mbah Suparsono yang ikut larut dalam kesedihan.

"Semoga Allah menunjukkan kebesaran-Nya, Mbah. Dan semoga hukum bisa menegakkan keadilan seadil-adilnya. Kalau benar ya tetap benar, kalau salah ya tetap salah," ucap Yurizah sambil menahan haru.

Persoalan ini menyisakan pertanyaan besar: siapa yang memiliki dasar hukum paling kuat atas rumah dan harta yang dipersoalkan, serta bagaimana isi perjanjian yang sebelumnya disebut telah dibuat. Dokumen kepemilikan, bukti pembayaran pajak, dan keterangan seluruh pihak menjadi kunci untuk mengurai perkara ini secara utuh.

Di tengah sengketa yang disebut berulang, beban terbesar kini dirasakan seorang warga lanjut usia yang hanya ingin mempertahankan tempat tinggal yang diyakininya miliknya. Ia memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada proses hukum sambil berharap keadilan benar-benar hadir. (**)

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: tintainformasi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top