GIIAS 2026: VinFast VF 3 Rp155 Juta vs Mercedes-AMG GT 63 Pro Rp9,8 Miliar, Selisihnya 63 Kali Lipat

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:29:31 WIB
Mobil listrik VinFast VF 3 dan Mercedes-AMG GT 63 PRO 4MATIC+ terpajang bersamaan di area pameran GIIAS 2026.

LAMPUNG — Pameran otomotif terbesar di Indonesia tahun ini tidak hanya menjadi ajang peluncuran model terbaru, tetapi juga panggung kontras yang jarang terlihat: dua mobil dengan perbedaan harga lebih dari 63 kali lipat dipamerkan di lokasi yang sama. Di satu ujung, ada mobil listrik mungil yang harganya setara mobil LCGC; di ujung lain, ada grand tourer Jerman dengan tenaga 612 hp yang harganya bisa membeli satu rumah di pinggiran Jakarta.

Mercedes-AMG GT 63 PRO 4MATIC+: Rp9,8 Miliar untuk Performa V8 yang Brutal

Mobil termahal di GIIAS 2026 adalah Mercedes-AMG GT 63 PRO 4MATIC+ yang dibanderol Rp9,8 miliar (OTR Jakarta), belum termasuk PPh Pasal 22 untuk kendaraan mewah. Ini bukan sekadar varian AMG biasa—PRO adalah versi yang lebih agresif dari GT 63 standar, dirancang untuk penggemar yang menginginkan performa mendekati motorsport tapi tetap bisa dipakai harian.

Jantungnya adalah mesin 4.0 liter V8 biturbo yang menghasilkan tenaga 612 hp dan torsi 850 Nm. Dengan transmisi AMG Speedshift 9G dan penggerak semua roda 4MATIC+, akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam sekitar 3,2 detik. Kecepatan maksimumnya melebihi 315 km/jam—angka yang hanya relevan jika Anda punya akses ke sirkuit.

Yang membuat harganya pantas (atau tidak pantas, tergantung perspektif) adalah komponen teknis yang diadopsi dari motorsport: rem keramik AMG High Performance Ceramic Composite, suspensi adaptif AMG Ride Control, dan paket aerodinamika aktif. Interiornya tidak kalah mewah dengan kulit Nappa dan jok AMG Performance. Namun perlu dicatat: untuk Rp9,8 miliar, pembeli sebenarnya membayar eksklusivitas dan rekayasa performa, bukan efisiensi atau kepraktisan.

VinFast VF 3: Mobil Listrik Rp155 Juta yang Menyasar Anak Muda

Di ujung paling bawah spektrum harga, VinFast VF 3 hadir sebagai mobil termurah di GIIAS 2026 dengan banderol mulai sekitar Rp155 juta—harga promosi selama pameran. Mobil listrik asal Vietnam ini dirancang sebagai kendaraan perkotaan yang ringkas, dengan satu motor listrik yang menggerakkan roda belakang.

Baterainya berkapasitas sekitar 18,6 kWh dengan klaim jarak tempuh lebih dari 200 kilometer berdasarkan standar NEDC. Perlu digarisbawahi: standar NEDC cenderung optimistis, jadi dalam kondisi nyata di kemacetan Jakarta dengan AC menyala, angka realistisnya kemungkinan lebih rendah. Namun untuk mobilitas harian dalam kota, jarak tersebut masih cukup.

Fitur yang ditawarkan sesuai kelasnya: layar infotainment, konektivitas digital, kamera parkir, dan fitur keselamatan dasar. Desainnya yang bergaya SUV kompak menjadi nilai jual utama—sesuatu yang tidak dimiliki city car konvensional di rentang harga yang sama. Target pasarnya jelas: pembeli mobil pertama, keluarga kecil, dan mereka yang ingin beralih ke EV tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

Rentang Rp9,64 Miliar: Dua Dunia dalam Satu Pameran

Selisih harga antara kedua mobil ini mencapai Rp9,645 miliar, atau lebih dari 63 kali lipat. Angka ini bukan sekadar statistik—ini cermin bagaimana pasar otomotif Indonesia terbelah menjadi dua segmen yang sangat berbeda.

Di satu sisi, VF 3 mewakili upaya elektrifikasi yang terjangkau, bersaing dengan city car dan LCGC di segmen bawah. Di sisi lain, AMG GT 63 PRO adalah statement piece bagi mereka yang menganggap mobil sebagai mainan, bukan alat transportasi. Keduanya sama-sama mobil listrik/bermesin pembakaran yang sah di jalan raya, tapi tujuan pembeliannya berbeda total.

Bagi calon pembeli, pameran ini memberikan perspektif yang berguna: Rp155 juta untuk mobil listrik fungsional, atau Rp9,8 miliar untuk mesin V8 yang bisa dipamerkan di sirkuit. Tidak ada pilihan yang salah—hanya pertanyaan tentang apa yang Anda butuhkan dan seberapa dalam kantong Anda.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan

  • Untuk VinFast VF 3: Harga Rp155 juta adalah harga promosi selama GIIAS—pastikan apakah harga tersebut termasuk baterai atau sistem sewa baterai seperti yang diterapkan beberapa merek EV lain. Infrastruktur pengisian daya di luar Jabodetabek juga perlu jadi pertimbangan.
  • Untuk Mercedes-AMG GT 63 PRO: Harga Rp9,8 miliar belum termasuk PPh Pasal 22. Biaya perawatan, pajak tahunan, dan asuransi untuk mobil sekelas ini bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Ini bukan mobil yang bisa dirawat di bengkel umum.
  • Kesimpulan: GIIAS 2026 membuktikan bahwa pasar otomotif Indonesia tidak pernah monoton—dari yang paling rasional hingga paling emosional, semuanya tersedia. Pilih sesuai kebutuhan, bukan gengsi.
Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: otosia.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top