Demon's Souls Sempat Punya Mode First-Person, Rekaman Prototipe 2007 Bocor ke Publik

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 01:32:32 WIB
Rekaman presentasi internal Demon's Souls tahun 2007 yang dibagikan Lance McDonald memperlihatkan opsi kamera first-person yang tidak pernah hadir di versi final.

LAMPUNG — Lance McDonald, sosok yang kerap membedah file game FromSoftware, kembali membagikan temuan soal warisan studio tersebut. Lewat unggahannya, ia membeberkan materi presentasi Demon's Souls yang ditampilkan di Gameshare 4, sebuah ajang internal Sony Computer Entertainment untuk developer memamerkan progres proyek mereka. Slide yang dibuat Japan Studio PD#3 menggunakan Microsoft PowerPoint 2007 itu menunjukkan judul kerja yang ternyata sama dengan versi rilis: Demon's Souls.

Kamera First-Person dan Skema Kontrol ala Oblivion

Dari materi yang beredar, perbedaan paling mencolok ada pada sistem kamera. Prototipe game memperlihatkan opsi bermain dari sudut pandang orang pertama saat bertarung, sesuatu yang tidak pernah muncul di game final. McDonald menyebut opsi ini sengaja disediakan untuk memberi variasi pengalaman bermain.

Mode third-person di prototipe juga punya perbedaan besar. Kamera awalnya terkunci mengikuti arah hadap karakter, dan stik kiri dipakai untuk strafing serta backstep. McDonald menilai skema ini "disengaja" mirip dengan kontrol third-person di The Elder Scrolls 4: Oblivion, sebelum akhirnya dirombak total menjadi kamera bebas seperti yang dikenal pemain sekarang.

Makhluk yang Tak Pernah Jadi: Manusia Berkepala Ular hingga Buaya

Presentasi itu juga memamerkan desain musuh yang gagal masuk ke versi final. Ada manusia dengan kepala ular yang kemudian "dipinjam" ke Dark Souls dan muncul di area seperti Sen's Fortress. Ada pula buaya biasa yang tidak pernah terlihat di game mana pun buatan FromSoftware. Sistem hantu (ghost system) yang jadi ciri khas seri Souls ternyata sudah direncanakan sejak tahap ini dan bertahan hingga judul-judul berikutnya.

Referensi South Park dan Kritik ke Stereotip Gamer MMORPG

Salah satu hal paling menarik dari slide tersebut justru bukan soal mekanik. Japan Studio PD#3 menyisipkan tangkapan layar dari episode Make Love, Not Warcraft, serial animasi South Park, sebagai contoh "citra stereotip gamer MMORPG" yang ingin mereka hindari. Karakter Eric Cartman yang kelebihan berat badan dan kecanduan World of Warcraft dipakai sebagai gambaran yang tidak ingin diikuti tim pengembang. Mereka ingin menggabungkan elemen RPG offline dan online secara seimbang, tanpa membuat pemain merasa terkunci dalam satu gaya bermain.

Temuan ini menambah daftar panjang riset McDonald terhadap file dan materi lama FromSoftware. Sebelumnya, ia juga menemukan cutscene yang tidak terpakai di Elden Ring yang memperluas lore game tersebut.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: ign.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top