LAMPUNG — Kami sempat menilik langsung X-Trail e-POWER with e-4ORCE yang dipajang Nissan di GIIAS 2026. Posisinya jelas: SUV keluarga elektrifikasi yang mengusung konsep Family Adventure, lengkap dengan tenda camping di display-nya. Ini bukan sekadar pajangan—Nissan serius menempatkan model ini sebagai ujung tombak melawan Honda CR-V yang selama ini menguasai segmen Medium SUV di Indonesia.
Yang langsung mencuri perhatian bukan desainnya, melainkan sistem e-POWER yang bekerja seperti mobil listrik tapi tidak perlu dicolok ke charger. Ini poin jual utama yang membedakannya dari hybrid konvensional macam CR-V e:HEV.
Pada X-Trail ini, mesin bensin 1.5 liter turbo tidak pernah terhubung langsung ke roda. Fungsinya murni sebagai generator listrik untuk mengisi baterai, sementara tenaga penggerak datang dari dua motor listrik—203 PS di depan dan 135 PS di belakang. Total output yang dirasakan roda jauh lebih besar dari angka mesinnya, dan akselerasi 0-100 km/jam diklaim 7,2 detik.
e-4ORCE, sistem AWD elektriknya, mengatur distribusi tenaga ke tiap roda secara presisi. Di atas kertas, ini menjanjikan stabilitas lebih baik di jalan licin atau offroad ringan. Ada juga e-PEDAL 2.0 yang memungkinkan akselerasi dan pengereman cukup dengan satu pedal—berguna banget saat macet di Jakarta.
Sebagai SUV keluarga, X-Trail membawa kursi Anti-Gravity yang terkenal nyaman untuk perjalanan jauh, panoramic sunroof, dan AC Tri-Zone. Bagasi 575 liter cukup muat untuk stroller atau koper besar, dan kursi belakang bisa dilipat rata. Untuk konektivitas, sudah ada Apple CarPlay, Android Auto, wireless charging, dan port USB-C di baris kedua.
Rangkaian Nissan Safety Shield juga lengkap: Forward Emergency Braking dengan deteksi pejalan kaki, Blind Spot Warning, Intelligent Cruise Control, sampai Hill Descent Control. Ini setara dengan apa yang ditawarkan CR-V, jadi bukan pembeda utama.
Masalahnya, Nissan belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Sebagai gambaran, Honda CR-V e:HEV dibanderol di kisaran Rp 700 jutaan. Jika X-Trail e-POWER dipatok di atas angka itu, posisinya bakal sulit—terutama karena brand value Nissan di mata konsumen Indonesia belum sekuat Honda untuk segmen ini.
Kehadiran X-Trail ini memang menegaskan komitmen Nissan, seperti dikatakan Masao Tsutsumi, President of Nissan ASEAN and Thailand: "Indonesia merupakan salah satu pasar utama Nissan di kawasan ASEAN. Teknologi elektrifikasi merepresentasikan visi kami terhadap mobilitas masa depan." Tapi komitmen pabrikan tidak otomatis berarti nilai beli terbaik untuk konsumen.
X-Trail e-POWER e-4ORCE adalah produk yang secara teknis mengesankan. Sensasi berkendara layaknya EV tanpa perlu charging adalah nilai jual nyata, dan e-4ORCE memberi rasa aman yang sulit ditandingi kompetitor di kelasnya. Untuk keluarga yang sering road trip ke luar kota dengan medan menantang, ini kandidat kuat.
Tapi untuk pembeli rasional yang mempertimbangkan biaya kepemilikan jangka panjang—konsumsi BBM di tol, biaya servis, dan nilai jual kembali—Honda CR-V masih menjadi pilihan lebih aman. X-Trail baru layak dipertimbangkan serius jika harganya dipatok kompetitif, di bawah CR-V e:HEV. Sampai Nissan mengumumkan angka resminya, rekomendasi kami: tunggu.