LAMPUNG — vivo X500 Pro dan X500 Pro Max sama-sama pakai Dimensity 9600 Pro, tapi selisih 500 yuan di China membuat Pro Max menawarkan telefoto 200MP, layar 2K 6,85 inci, dan baterai 8.000 mAh. Keduanya belum ada kepastian rilis di Indonesia, jadi perbandingan ini penting sebelum kamu berharap lebih.
Dua dari tiga model vivo X500 Series yang diperkenalkan di Shanghai, China, adalah X500 Pro dan X500 Pro Max. Keduanya berbagi dapur pacu MediaTek Dimensity 9600 Pro dan sistem kamera ZEISS, tapi cara vivo memisahkan keduanya cukup jelas: satu untuk yang mau flagship ringkas, satu lagi untuk yang tidak keberatan membawa bodi lebih berat demi spesifikasi puncak.
Di sektor kamera utama, vivo tidak membuat perbedaan berarti antara kedua model. Keduanya memakai sensor Sony LYTIA L910 50MP berukuran 1/1,28 inci dengan aperture f/1.57 dan stabilisasi kelas gimbal. Kamera ultrawide juga sama-sama 50MP, begitu pula kamera depan 50MP.
Perbedaan baru muncul saat bicara telefoto. X500 Pro membawa ZEISS APO 64MP, sementara X500 Pro Max melompat ke ZEISS APO 200MP dengan sensor 1/1,4 inci, aperture f/2.67, dan optical zoom 3,5x. Bagi yang sering memotret objek jauh atau mengandalkan crop, selisih resolusi ini terasa nyata di hasil akhir.
Kemampuan video keduanya juga setara: dynamic range 17 EV, perekaman Log, dan video 4K 240fps. Artinya, peningkatan Pro Max benar-benar terkonsentrasi pada telefoto, bukan pada keseluruhan sistem kamera.
X500 Pro memakai layar AMOLED 6,36 inci beresolusi 2660 x 1216 piksel. Panel LTPO 8T-nya mendukung refresh rate adaptif 1-144Hz dan kecerahan puncak hingga 4.500 nits.
X500 Pro Max naik ke 6,85 inci dengan resolusi 3168 x 1440 piksel alias 2K. Panelnya juga LTPO 1-144Hz, ditambah dukungan ZEISS Master Color Display. Untuk konsumsi konten multimedia atau kerja multitasking, area layar Pro Max jelas lebih lega.
Konsekuensinya ada di bobot. X500 Pro tercatat 192-197 gram, sedangkan X500 Pro Max mencapai 225-229 gram tergantung varian warna. Selisih sekitar 30 gram ini terasa saat dipakai satu tangan dalam waktu lama.
Pro Max juga membawa baterai 8.000 mAh, angka yang jauh di atas rata-rata flagship. Sayangnya, bahan yang tersedia tidak menyebut kapasitas baterai X500 Pro secara spesifik, sehingga perbandingan daya tahan belum bisa dilakukan secara langsung.
Di pasar China, selisih harga dasar kedua model adalah 500 yuan. Keduanya dijual di sana, tapi vivo belum memberi kepastian soal ketersediaan resmi di Indonesia.
vivo X500 Pro
vivo X500 Pro Max
Kalau kamera utama dan performa chipset jadi prioritas, X500 Pro sudah cukup dan lebih nyaman dibawa. Tapi kalau telefoto 200MP dan layar 2K besar masuk daftar kebutuhan, X500 Pro Max adalah satu-satunya pilihan di antara keduanya. Selisih 500 yuan di China terasa masuk akal untuk lompatan spesifikasi yang ditawarkan, asalkan kamu memang memakai fitur-fitur tersebut.
Untuk pasar Indonesia, semuanya masih menunggu kepastian. Harga resmi, varian warna, dan tanggal rilis belum diumumkan, jadi angka 500 yuan itu baru berlaku di China dan belum bisa dijadikan patokan harga lokal.