Nikon Z5IIC Diperkenalkan: Full-Frame Tanpa EVF, Harga Rp23 Jutaan

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Jumat, 25 September 2026 | 18:23:01 WIB
Nikon memperkenalkan kamera mirrorless full-frame Z5IIC dengan harga sekitar Rp23 jutaan.

LAMPUNG — Nikon memperkenalkan Z5IIC, kamera mirrorless full-frame yang memangkas electronic viewfinder demi menekan harga ke 1.399,95 dolar AS atau sekitar Rp23 jutaan. Posisinya di bawah Z5II, menyasar kreator pemula yang ingin naik kelas dari smartphone ke sensor full-frame. Tapi absennya EVF dan sejumlah fitur lain jadi kompromi yang perlu dicermati sebelum membeli.

Nikon Z5IIC membawa sensor 24,5MP yang sama seperti Z5II, tapi menghilangkan electronic viewfinder sebagai salah satu cara menurunkan harga. Langkah ini menempatkan Z5IIC sebagai opsi full-frame termurah Nikon saat ini, bersaing langsung dengan Sony A7C II dan Canon EOS R8 di segmen entry-level full-frame.

Spesifikasi Inti: Sensor 24,5MP dan Stabilisasi 7,5 Stop

Dapur pacu Z5IIC mengandalkan sensor 24,5MP dengan rentang ISO standar 100–64.000, diperluas hingga ISO 50 dan setara 204.800. Sistem stabilisasi 5-axis diklaim mampu mengompensasi guncangan hingga 7,5 stop — angka yang cukup agresif untuk kelas harganya.

Untuk pemotretan beruntun, kecepatan mencapai 14 fps. Mode High-Speed Frame Capture+ bisa mendorongnya hingga 30 fps dalam kondisi tertentu, meski biasanya ada crop atau batasan lain yang menyertai mode ini.

  • Sensor: 24,5MP full-frame
  • ISO: 100–64.000 (perluasan 50–204.800)
  • Stabilisasi: 5-axis, hingga 7,5 stop
  • Burst: 14 fps (30 fps High-Speed Frame Capture+)
  • Video: 4K 60fps, N-RAW 12-bit
  • Layar: 3,2 inci, 1,04 juta piksel, vari-angle 170 derajat
  • Bobot: sekitar 538 gram
  • Baterai: 390 foto / 85 menit video

Autofocus Hybrid Berbasis AI untuk Foto dan Video

Sistem autofocus hybrid berbasis AI disematkan untuk membantu menjaga fokus saat memotret maupun merekam video. Fitur ini penting bagi kreator pemula yang belum terbiasa dengan teknik manual focus tracking.

Nikon juga menyediakan 15 scene mode dan lebih dari 140 Scene Recipes yang bisa diunduh. Scene Recipes memungkinkan pengguna menerapkan tampilan warna tertentu tanpa perlu edit manual — pendekatan yang mirip dengan film simulation di kamera Fujifilm.

Video 4K 60fps dan N-RAW 12-bit

Untuk kebutuhan video, Z5IIC merekam 4K 60fps dan menyimpan footage dalam format N-RAW 12-bit. Kamera ini juga bisa dipakai untuk livestreaming dengan menghubungkannya ke PC maupun smartphone.

Kombinasi layar vari-angle 3,2 inci dan kemampuan livestreaming membuat Z5IIC cukup relevan untuk content creator yang butuh kamera serbaguna. Layar bisa diputar hingga 170 derajat untuk memudahkan pengambilan gambar dari berbagai sudut.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Absennya electronic viewfinder jadi kompromi terbesar. Tanpa EVF, pengguna harus mengandalkan layar belakang untuk membidik — masalah di bawah sinar matahari langsung atau saat butuh stabilitas ekstra dengan kamera menempel di wajah.

Daya tahan baterai 390 foto tergolong standar untuk kamera full-frame, tapi di bawah rata-rata kompetitor sekelas. Untuk sesi pemotretan seharian atau perekaman video panjang, baterai cadangan hampir pasti diperlukan.

Harga 1.399,95 dolar AS atau sekitar Rp23 jutaan menempatkan Z5IIC di segmen yang kompetitif. Namun belum ada informasi soal harga dan ketersediaan resmi di Indonesia, sehingga pembeli lokal masih harus menunggu pengumuman lebih lanjut.

Verdict: Cocok untuk Siapa?

Nikon Z5IIC masuk akal bagi kreator pemula yang ingin beralih dari smartphone ke full-frame tanpa mengeluarkan budget besar. Sensor 24,5MP, stabilisasi 7,5 stop, dan video 4K 60fps adalah paket yang solid untuk kelas harganya.

Tapi kalau kamu sering memotret di luar ruangan dengan cahaya terik, atau butuh EVF untuk framing presisi, Z5II atau kompetitor seperti Canon EOS R8 mungkin lebih layak dipertimbangkan. Keputusan akhirnya bergantung pada seberapa besar kamu mengandalkan viewfinder dalam alur kerja harian.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top