BANDAR LAMPUNG — Evakuasi satwa liar berjalan tidak biasa. Wike, warga Pidada, sempat menangis histeris dan pingsan saat petugas mengeluarkan Coki dari kediamannya. Buaya yang dirawat sejak kecil itu bukan sekadar hewan peliharaan bagi Wike, melainkan sudah menjadi bagian dari keseharian rumah tangganya selama tiga tahun terakhir.
Kasi Bidang Penyelamatan Damkarmat Bandar Lampung Omar Dhani mengungkapkan proses pengamanan satwa tersebut memakan waktu sekitar 10-15 menit. Petugas mengerahkan satu unit mobil rescue dan tujuh personel ke lokasi.
Tim Damkarmat tidak langsung menangkap buaya begitu tiba di lokasi. Omar menjelaskan ada tahapan yang harus dilalui agar satwa maupun petugas tetap aman selama proses evakuasi.
"Pertama kita arahkan dulu dia ke daratan, lalu kita menggunakan tali biar mulutnya terkunci. Baru kita isolasi bagian mulutnya, kemudian kaki dan tubuhnya kita ikat, baru bisa kita amankan," kata Omar.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, mulai dari tali, hook, helm, hingga sarung tangan khusus. Peralatan itu digunakan untuk mengendalikan gerakan buaya yang panjangnya mencapai 2,5 meter.
Usai diamankan dari rumah warga, Coki tidak dikembalikan ke alam liar. Satwa tersebut diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk ditangani lebih lanjut.
Koordinator Satpel Palembang LPK Pekanbaru KKP Hade Hambrata menyebut buaya itu akan dikirim ke tempat penangkaran milik PT Vista Agung Kencana di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
"Rencananya ini mau dibawa ke PT Vista penangkaran buaya," ujar Hade.
Dari identifikasi awal, satwa tersebut merupakan jenis buaya muara. Hade menambahkan buaya itu nantinya berstatus sebagai barang milik negara dan dititipkan di tempat penangkaran.
Kasus Coki menjadi perhatian KKP karena memelihara buaya di rumah warga berisiko tinggi, baik bagi pemilik maupun lingkungan sekitar. Hade meminta masyarakat yang mengetahui adanya buaya dipelihara untuk segera melapor.
"Kalau memang ada masyarakat yang memelihara buaya tolong segera dilaporkan dan dievakuasi. Karena kan hewan liar sebenarnya," katanya.
Evakuasi Coki menjadi pengingat bahwa satwa dilindungi sekalipun yang tampak jinak tetap memiliki insting liar. Penyerahan ke penangkaran resmi memastikan buaya muara itu mendapat penanganan sesuai prosedur konservasi.