BANDAR LAMPUNG — Johan Peratama dan Doby Hariyadi tampil sebagai juara pada kelas pertandingan masing-masing setelah melewati rangkaian persiapan dan latihan menuju Grand Final Sirkuit Pencak Silat Provinsi Lampung Tahun 2026. Keduanya mewakili Politeknik Negeri Lampung di ajang yang mempertemukan atlet terbaik dari berbagai daerah di Lampung.
Johan tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan angkatan 2026. Ia turun di Kategori Tanding Kelas C Putra Dewasa dan keluar sebagai yang terbaik. Doby, mahasiswa Jurusan Perikanan angkatan 2024, meraih hasil serupa di Kategori Tanding Kelas B Putra Dewasa.
Kemenangan di dua kelas berbeda menunjukkan kedalaman pembinaan atlet di kampus vokasi tersebut. Johan dan Doby bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama institusi ke podium tertinggi tingkat provinsi.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian keduanya. Menurutnya, prestasi mahasiswa adalah bagian penting dari keberhasilan pendidikan vokasi.
"Kami mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang diraih Johan dan Doby. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Polinela memiliki semangat, kedisiplinan, dan kemampuan untuk berkompetisi serta memberikan prestasi bagi institusi. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik," ujar Dr. Dwi Puji Hartono.
Ia menegaskan bahwa pengalaman berkompetisi membentuk mental mahasiswa agar lebih tangguh dan percaya diri. Nilai-nilai itu, katanya, sejalan dengan proses pendidikan yang lebih luas di luar ruang kelas.
Pencak silat menuntut kedisiplinan, kerja keras, keberanian, tanggung jawab, konsistensi, dan sportivitas. Enam hal itu melekat pada diri pesilat yang berlatih secara rutin, bukan hanya saat menjelang pertandingan.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polinela, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., menilai pencapaian Johan dan Doby sebagai bukti potensi mahasiswa yang terasah lewat kegiatan kemahasiswaan dan kompetisi.
"Prestasi Johan dan Doby merupakan capaian yang membanggakan dan sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa Polinela lainnya. Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan minat dan bakatnya melalui berbagai kegiatan positif. Dalam olahraga, bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga bagaimana mahasiswa membangun disiplin, sportivitas, mental bertanding, dan kemampuan untuk terus berproses," ungkap Agung Adi Candra.
Polinela menempatkan prestasi nonakademik sebagai bagian dari ekosistem pendidikan vokasi yang menyeluruh. Mahasiswa dituntut menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahlian, sekaligus membangun karakter untuk menghadapi tantangan di masyarakat.
Grand Final Sirkuit Pencak Silat Provinsi Lampung Tahun 2026 menjadi ruang kompetitif bagi para atlet setelah melewati proses latihan panjang. Johan dan Doby mampu menunjukkan performa terbaik hingga menempati posisi tertinggi pada kelas pertandingan masing-masing.
Bagi Polinela, hasil ini menambah rekam jejak prestasi mahasiswa di tingkat provinsi. Keberhasilan keduanya diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi dan mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.