La Grande Tanpa Nyanyi dan Koreo di GBK, Peringati Tragedi Kanjuruhan

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:20:01 WIB
La Grande Indonesia hadir di tribune utara GBK tanpa nyanyian dan koreografi saat Timnas Indonesia menjamu Bangladesh.

LAMPUNG — La Grande Indonesia memilih hadir di tribune utara Gelora Bung Karno tanpa nyanyian dan koreografi saat Timnas Indonesia menjamu Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Aksi hening itu digelar untuk memperingati empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter pada 1 Oktober 2022.

Kelompok suporter tersebut tetap datang memberi dukungan, namun menanggalkan seluruh atribut bunyi dan gerakan massal yang biasa menghidupkan tribun. Spanduk dan tulisan penyemangat dipastikan masih terpasang di tribune utara.

Presiden La Grande Indonesia, Unggul Indra, menyebut keputusan itu sebagai bentuk simpati sekaligus seruan keadilan bagi para korban. "Teman-teman La Grande Indonesia hanya akan datang ke tribune utara GBK untuk mendukung Timnas Indonesia. Tulisan-tulisan bentuk dukungan akan tetap ada, tapi tidak ada nyanyian dan tidak ada koreografi dalam pertandingan ini," kata Unggul kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/10).

Empat Tahun Setelah Kanjuruhan, Keadilan Masih Dituntut

Tragedi Kanjuruhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022. Insiden usai laga Arema FC melawan Persebaya itu menjadi salah satu bencana terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia.

La Grande Indonesia memilih momentum empat tahun tersebut untuk kembali menyuarakan tuntutan mereka. "Ini untuk pengingat kita terhadap Tragedi Kanjuruhan," ujar Unggul.

Aksi hening ini bukan yang pertama dilakukan kelompok suporter. Sebelumnya, sejumlah komunitas juga pernah menggelar doa bersama dan long march menuntut transparansi penyelesaian kasus.

Laga Hidup-Mati Indonesia di Grup A

Pertandingan Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10) pukul 19.30 WIB. Laga ini menjadi penentu apakah Timnas Indonesia bisa melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan selisih gol +2. Malaysia memuncaki grup dengan selisih gol +3. Indonesia wajib menang atas Bangladesh sekaligus melewati selisih gol Malaysia untuk lolos ke final.

Di waktu yang sama, Malaysia menghadapi Singapura. Harimau Malaya juga perlu menang sekaligus menjaga keunggulan selisih gol jika ingin mengamankan tiket final.

Permainan Ofensif Jadi Kunci

Pelatih Timnas Indonesia dituntut meracik strategi menyerang sejak menit awal. Permainan lebih ofensif dan klinis diharapkan tersaji agar selisih gol bisa dikejar dalam satu laga.

Dukungan suporter tetap dibutuhkan meski tanpa nyanyian. Kehadiran di tribune utara menjadi pesan bahwa solidaritas suporter Indonesia tidak hanya soal sorak-sorai, tetapi juga soal mengingat dan menuntut keadilan.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top