LAMPUNG — Pajak mobil listrik bisa jauh lebih murah daripada mobil bensin dengan harga kendaraan yang tak berbeda jauh. Selisihnya bukan kebetulan, melainkan hasil insentif fiskal KBLBB yang menyasar pajak pusat hingga pajak daerah. Simak alasan dan rinciannya sebelum Anda memutuskan beli EV.
Perbandingan pajak tahunan antara mobil listrik dan mobil bensin makin sering muncul seiring bertambahnya pilihan EV di pasar Indonesia. Banyak calon pembeli menghitung ulang total biaya kepemilikan, bukan cuma harga beli. Salah satu pos yang paling sering disorot adalah pajak kendaraan bermotor yang dibayar setiap tahun.
Pertanyaannya kemudian sederhana: apakah mobil listrik benar-benar bebas pajak, atau ada kebijakan khusus yang membuat tagihannya lebih ringan? Jawabannya ada pada kerangka insentif yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir.
Pemerintah memberikan perlakuan khusus untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB. Kebijakan ini tidak hanya menyasar konsumen, tetapi juga produsen, pemasok komponen, hingga pembangunan infrastruktur pengisian daya.
Dalam aturan yang berlaku, bentuk insentif mencakup pembebasan atau pengurangan pajak pusat maupun pajak daerah. Untuk pajak daerah, cakupannya meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Konsekuensinya, pajak mobil listrik yang lebih murah bukan hasil kebetulan pasar. Ada desain kebijakan yang sengaja dibuat untuk mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak.
Mobil bensin memakai mesin pembakaran internal sebagai jantung penggeraknya. Mobil listrik mengandalkan motor listrik dan baterai sebagai sumber tenaga utama. Perbedaan teknologi ini membuat keduanya tidak diperlakukan persis sama dalam struktur pengenaan pajak.
Ada beberapa variabel yang biasanya ikut menentukan besaran PKB, antara lain nilai jual kendaraan, kapasitas mesin untuk kendaraan bensin, serta bobot dan fungsi kendaraan. Pada mobil listrik, kapasitas mesin tidak lagi relevan karena tidak ada silinder pembakaran.
Faktor inilah yang membuat perbandingan pajak tidak bisa hanya berpatokan pada harga jual. Dua mobil dengan banderol mirip bisa menghasilkan tagihan pajak tahunan yang berbeda cukup jauh.
Selisih pajak memang jadi salah satu daya tarik mobil listrik. Namun, angka pastinya tetap bergantung pada kebijakan pemerintah daerah setempat, jenis kendaraan, dan peraturan yang berlaku saat pembayaran.
Kebijakan insentif fiskal untuk KBLBB juga bersifat dinamis. Pemerintah bisa menyesuaikan cakupan dan besarannya dari tahun ke tahun, sehingga hitungan hari ini belum tentu sama dengan hitungan beberapa tahun ke depan.
Untuk memastikan angka riil, pemilik kendaraan sebaiknya mengecek langsung ke Samsat atau laman resmi pajak daerah. Jangan hanya bersandar pada estimasi umum yang beredar di internet.
Bagi calon pembeli, memahami struktur pajak ini penting agar perhitungan biaya kepemilikan jangka panjang tidak meleset. Selisih pajak tahunan bisa jadi keuntungan nyata, tetapi besarnya sangat bergantung pada regulasi yang berlaku di wilayah masing-masing.