BEI Tolak 60% Calon Emiten IPO, Seleksi Emiten Diperketat

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:21:31 WIB
Bursa Efek Indonesia menolak sekitar 60 persen perusahaan yang mengajukan penawaran umum perdana saham.

LAMPUNG — Bursa Efek Indonesia menolak sekitar 60 persen perusahaan yang mengajukan penawaran umum perdana saham, naik tajam dari periode sebelumnya yang hanya 20-30 persen. Pengetatan seleksi ini menjadi bagian dari strategi bursa mengutamakan kualitas emiten ketimbang mengejar jumlah perusahaan yang melantai.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyatakan bahwa kebijakan seleksi ketat diterapkan untuk memastikan hanya perusahaan dengan fundamental sehat yang bisa masuk ke pasar modal. Tingkat penolakan yang melonjak menjadi sekitar 60 persen mencerminkan standar baru yang lebih ketat dibandingkan era sebelumnya.

Iding menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin sekadar mengejar target kuantitas emiten baru. Menurutnya, kualitas emiten yang melantai di bursa jauh lebih penting untuk menjaga kepercayaan investor ritel maupun institusi.

Jumlah Emiten IPO Terus Menyusut Tiga Tahun Terakhir

Tren penurunan jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI sudah terlihat sejak 2023. Data bursa menunjukkan penurunan konsisten dari tahun ke tahun:

  • 2023: 79 perusahaan melakukan IPO
  • 2024: turun menjadi 41 emiten
  • 2025: kembali menyusut menjadi 26 emiten
  • Sepanjang 2026 berjalan: baru tujuh perusahaan yang IPO

Realisasi tujuh emiten baru hingga pertengahan 2026 masih sangat jauh dari target BEI yang menetapkan 50 perusahaan melantai tahun ini. Dengan laju seperti sekarang, target tersebut berpeluang besar di

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top