AKBP AH Hudi Arif Resmi Pimpin Polres Tanggamus, Gantikan Rahmad Sujatmiko

Penulis: Nasrul Effendi  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:16:01 WIB
AKBP AH Hudi Arif resmi menerima tongkat komando Kapolres Tanggamus dari AKBP Rahmad Sujatmiko.

TANGGAMUS — Tongkat komando Polres Tanggamus berpindah tangan. AKBP AH Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A., menerima jabatan Kapolres dalam prosesi yang diwarnai tradisi Pedang Pora di Mapolres Tanggamus. Mutasi Hudi merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi Polri berdasarkan surat telegram Kapolri yang diterbitkan pada Agustus 2026.

AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., menutup masa jabatannya setelah memimpin selama sekitar 1 tahun 5 bulan 18 hari atau 536 hari. Ia melanjutkan tugas sebagai Kasipatwalair Subdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Dari Kasatlantas Bandung ke Kapolres Tanggamus

Sebelumnya, Hudi menjabat Kasatlantas Polrestabes Bandung, Polda Jawa Barat. Di sana ia menangani persoalan lalu lintas di wilayah perkotaan dengan tingkat mobilitas kendaraan dan masyarakat yang tinggi.

Rekam tugasnya mencakup kemacetan, kecelakaan lalu lintas, rekayasa arus kendaraan, pengamanan kegiatan masyarakat, hingga penegakan hukum. Pengalaman itu menjadi bekal yang dibawa Hudi saat memasuki medan tugas baru sebagai orang nomor satu di jajaran Polres Tanggamus.

Kini ruang lingkup tugasnya jauh lebih luas. Sebagai Kapolres, ia harus mengendalikan seluruh fungsi kepolisian di wilayah hukum Polres Tanggamus — mulai dari reserse kriminal, narkotika, lalu lintas, samapta, intelijen, pembinaan masyarakat, hingga pengamanan wilayah pesisir.

Karakter Geografis Tanggamus Jadi Tantangan Tersendiri

Wilayah Tanggamus mencakup kawasan perkotaan, pedesaan, pegunungan, hingga pesisir dengan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat yang beragam. Kondisi itu menuntut pola kepemimpinan yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Sejumlah persoalan menanti penanganan cepat dan terukur, seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, kejahatan jalanan, peredaran narkotika, kecelakaan lalu lintas, dan keamanan kawasan pesisir.

"Kasus pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, kejahatan jalanan, peredaran narkotika, kecelakaan lalu lintas serta keamanan wilayah pesisir membutuhkan respons kepolisian yang cepat dan terukur," kata Suranto, warga Kecamatan Gisting.

Pelayanan Cepat Jadi Ukuran Kepemimpinan Baru

Selain penegakan hukum, masyarakat akan menilai bagaimana kepemimpinan Hudi dalam memberikan pelayanan kepolisian. Kecepatan merespons laporan, kehadiran polisi saat masyarakat membutuhkan perlindungan, serta transparansi penanganan perkara menjadi bagian penting dari harapan warga.

"Ketika warga datang melapor, seberapa cepat laporan tersebut ditangani? Ketika korban kejahatan meminta perlindungan, seberapa cepat polisi hadir?" ungkap Yudi, warga Kotaagung Barat.

Pergantian Kapolres bukan sekadar pergantian pejabat. Bagi masyarakat, kepemimpinan baru akan dinilai dari hasil yang dirasakan langsung, terutama dalam pemberantasan narkotika, pengungkapan kasus kejahatan, peningkatan pelayanan, respons terhadap laporan warga, serta terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.

Prosesi Pedang Pora telah selesai dan tongkat komando telah berpindah. Pengalaman dari Bandung menjadi modal awal, sementara Tanggamus menjadi medan pengabdian baru yang akan menguji kepemimpinannya dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Bumi Begawi Jejama.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top