LAMPUNG — Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026 diprediksi menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp5 triliun dengan estimasi 140 ribu penonton. BRI memanfaatkan gelaran tersebut untuk memperluas ekosistem pembayaran digital dan menjangkau sekitar 500 UMKM yang berjualan di area sirkuit.
Pertamina Mandalika International Circuit kembali menjadi tuan rumah MotoGP pada 9–11 Oktober 2026. Ajang balap motor kelas dunia itu melibatkan lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal yang bertugas sebagai marshal dan volunteer, serta ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan sirkuit.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menempatkan dukungan terhadap gelaran ini sebagai bagian dari strategi memperkuat penetrasi layanan keuangan di kawasan pariwisata. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa aktivitas ekonomi yang tumbuh di suatu daerah selalu diikuti meningkatnya kebutuhan layanan perbankan.
Angka dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 diperkirakan menyentuh Rp5 triliun. Estimasi jumlah penonton mencapai 140 ribu orang selama tiga hari penyelenggaraan.
Besaran tersebut membuka ruang bagi BRI untuk menggenjot transaksi merchant, akuisisi nasabah baru, dan perluasan layanan perbankan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata. Sekitar 500 UMKM yang berjualan di area sirkuit menjadi sasaran utama perluasan ekosistem pembayaran perseroan.
BRI menghadirkan program "Makin Seru Nonton MotoGP, Makin Banyak Untungnya Bareng BRI" pada 8–11 Oktober 2026. Sejumlah penawaran eksklusif disiapkan bagi pengunjung yang bertransaksi selama gelaran berlangsung:
Dhanny menegaskan bahwa potensi bisnis dari MotoGP tidak berhenti pada transaksi selama tiga hari kegiatan. Menurutnya, momentum tersebut perlu dikembangkan menjadi hubungan jangka panjang dengan nasabah dan pelaku usaha.
"Potensi bisnis dari penyelenggaraan MotoGP tidak berhenti pada transaksi selama tiga hari kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana momentum tersebut dikembangkan menjadi hubungan jangka panjang dengan nasabah dan pelaku usaha. Kami ingin semakin banyak merchant masuk ke dalam ekosistem BRI, semakin banyak masyarakat memanfaatkan BRImo, serta semakin luas peluang bagi BRI untuk menghadirkan solusi keuangan sesuai dengan kebutuhan," ujar Dhanny.
Selain mendorong transaksi, BRI menyertakan aspek keberlanjutan melalui program Waste Management Warriors Mandalika yang masuk rangkaian kegiatan BRI Peduli dan kampanye #YokKitaGAS. Program ini menyediakan dukungan fasilitas pengelolaan sampah dan Reverse Vending Machine untuk mendorong pengumpulan sampah daur ulang di kawasan penyelenggaraan MotoGP.
Dhanny menyebut kehadiran BRI di ajang berskala internasional sebagai upaya membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan antara pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan keberlanjutan.
"BRI ingin memastikan bahwa kehadiran perseroan dalam kegiatan berskala nasional maupun internasional mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. MotoGP Mandalika merupakan contoh bagaimana olahraga, pariwisata, UMKM, dan layanan keuangan dapat terhubung dalam satu ekosistem. Kami optimistis pendekatan ini dapat mendukung pertumbuhan bisnis BRI yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi perseroan terhadap perekonomian nasional," pungkas Dhanny.