Netflix PHK 1.000 Karyawan di Divisi Produk, Teknologi, dan SDM

Penulis: Nasrul Effendi  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:41:31 WIB
Netflix memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6% dari total tenaga kerja globalnya.

LAMPUNG — Netflix memutuskan memberhentikan sekitar 1.000 karyawan atau 6% dari total tenaga kerjanya, dengan dampak terbesar di tim produk, teknologi, hukum, dan SDM. Langkah efisiensi ini diambil meski perusahaan menyatakan bisnisnya tetap kuat dan berada di jalur target proyeksi satu tahun penuh. PHK terjadi hanya beberapa minggu setelah co-CEO Ted Sarandos mengakui pertumbuhan perusahaan tidak secepat yang diinginkan.

Netflix memangkas sekitar 1.000 posisi kerja atau setara 6% dari total karyawan globalnya. Pemutusan hubungan kerja (PHK) menyasar divisi produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia. Keputusan diumumkan lewat email internal dari co-CEO Ted Sarandos dan Greg Peters kepada seluruh karyawan.

Langkah ini diambil perusahaan saat bisnis streaming terbesarnya masih mencetak keuntungan solid. Netflix menyebut dirinya tetap di jalur untuk mencapai target proyeksi satu tahun penuh.

Alasan di Balik Efisiensi

Sarandos dan Peters menulis bahwa misi menghibur dunia menuntut perusahaan disiplin memprioritaskan sumber daya manusia dan aset. Keduanya menegaskan Netflix akan terus berinvestasi agresif pada area berdampak tinggi.

"Bisnis kami kuat dan terus berkembang, dan kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target proyeksi satu tahun penuh kami. Kami akan terus berinvestasi secara agresif pada area-area berdampak tinggi guna meningkatkan layanan kami serta mendorong pertumbuhan dan inovasi lebih lanjut," tulis memo tersebut.

Netflix menyatakan harus membuat pilihan terarah di seluruh lini bisnis agar bisa terus memberikan yang terbaik bagi anggota, mitra, karyawan, dan investor.

Tekanan Setelah Pertumbuhan Melambat

PHK ini muncul beberapa minggu setelah Sarandos berbicara di konferensi Bloomberg Screentime. Dalam forum itu ia mengakui perusahaan tidak tumbuh secepat yang ia inginkan.

Netflix menghadapi situasi paradoks. Perusahaan tetap pemain terbesar di industri streaming, tetapi waktu tonton pengguna mengalami stagnasi.

Pendorong utama penambahan pelanggan baru sejauh ini adalah penindakan tegas terhadap praktik berbagi kata sandi. Peluncuran paket berlangganan lebih murah dengan iklan juga turut menyumbang.

Ancaman dari YouTube hingga Skydance

Ancaman terbesar bagi Netflix saat ini adalah YouTube. Namun Skydance mulai membayangi setelah entitas gabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery berencana mengintegrasikan Paramount+ dan HBO Max.

Netflix mendiversifikasi kontennya dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan berekspansi ke siaran langsung olahraga, film dokumenter, dan video game demi bersaing memperebutkan atensi konsumen.

Persoalannya, Netflix belum lagi merilis serial viral yang menjadi perbincangan hangat seperti Stranger Things dan Squid Game. Kedua judul itu sebelumnya sukses mendongkrak pertumbuhan pelanggan dan jumlah penonton.

Bukan Satu-satunya yang Efisiensi

Netflix bukan satu-satunya perusahaan media yang memangkas karyawan. Bulan lalu, Disney menyatakan akan melakukan PHK terhadap sekitar 300 karyawannya.

Mayoritas pemangkasan di Disney terjadi di divisi sumber daya manusia dan teknologi. Pola serupa menunjukkan tekanan efisiensi sedang melanda industri media global.

Bagi pengguna Indonesia, perubahan komposisi tim internal Netflix berpotensi memengaruhi kecepatan rilis fitur dan konten lokal. Netflix belum menyebut secara rinci wilayah mana saja yang terdampak PHK ini.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top