LAMPUNG SELATAN — Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung mengeruk endapan sedimen dan membersihkan gulma di sepanjang saluran Sungai Way Pisang. Pengerukan dilakukan agar aliran air irigasi kembali berfungsi optimal dan kebutuhan pengairan lahan persawahan warga Desa Bumi Restu terpenuhi.
Normalisasi saluran ini muncul dari keluhan para petani di Kecamatan Palas. Air laut yang masuk ke saluran irigasi membuat pertumbuhan tanaman padi terganggu, dengan dampak paling terasa saat musim kemarau.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa pihaknya turun langsung setelah menerima laporan soal kondisi lahan pertanian yang terdampak intrusi air laut. Peninjauan dilakukan bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Camat Palas Rosalina, dan jajaran terkait.
"Oleh karena itu, melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, kami melakukan normalisasi di sini, yaitu membuka kembali saluran-saluran yang mengalami sedimentasi dan membersihkan gulma," ujar Diana.
Pekerjaan menyisakan sekitar 10 persen dari total target. Sisa pekerjaan itu disebut tinggal menyentuh bagian saluran yang belum tuntas dibersihkan.
Diana menyampaikan bahwa berdasarkan laporan hasil peninjauan di lokasi, hasil panen padi di wilayah tersebut kini dapat mencapai 8 hingga 9 ton per hektar. Angka itu disebutnya sebagai tanda bahwa aliran air yang lebih lancar berdampak langsung pada produktivitas lahan.
"Alhamdulillah, saat ini para petani dapat menghasilkan panen padi di lokasi tersebut sebesar 8–9 ton per hektar," ungkapnya.
Perbaikan saluran irigasi di Desa Bumi Restu menjadi salah satu titik yang dipantau karena posisinya yang berdekatan dengan lahan persawahan produktif. Saluran yang sebelumnya tertutup sedimen dan gulma membuat distribusi air tidak merata ke petak-petak sawah.
Dalam pertemuan di lokasi, para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang kegiatan pertanian. Aspirasi tersebut meliputi peninggian tanggul, perbaikan jembatan, serta perbaikan jalan guna memudahkan akses dan pengangkutan hasil panen.
Peninggian tanggul dinilai perlu untuk menahan rembesan air laut yang masih berpotensi masuk ke saluran irigasi. Sementara perbaikan jembatan dan jalan berkaitan dengan kelancaran distribusi hasil panen dari sawah ke pasar.
Usulan-usulan itu belum masuk keputusan anggaran. Diana menyebut pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut bersama Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.