Wamenpar Tekankan Budaya Jadi Bekal Bangun Pariwisata Indonesia

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:21:31 WIB
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan sambutan secara daring pada wisuda Politeknik Pariwisata Palembang, Kamis (15/10).

LAMPUNG — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan kekayaan budaya dan identitas bangsa sebagai fondasi utama membangun pariwisata Indonesia yang berdaya saing global. Pesan itu disampaikannya dalam sambutan daring pada wisuda Politeknik Pariwisata Palembang, Kamis (15/10), yang meluluskan 359 mahasiswa. Sektor pariwisata nasional sendiri mencatat 10,58 juta kunjungan wisman sepanjang Januari–Agustus 2026, tumbuh 5,38 persen secara tahunan.

Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang mewisuda 359 mahasiswa pada prosesi tahun ini. Rinciannya, 120 mahasiswa Program Studi Seni Kuliner, 104 mahasiswa Divisi Kamar, dan 90 mahasiswa Tata Hidang dari jenjang Diploma III. Sementara jenjang Diploma IV Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara meluluskan 39 mahasiswa.

Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif para lulusan mencapai 3,61. Sebanyak 140 mahasiswa bahkan telah memperoleh pekerjaan di industri sebelum mengikuti prosesi wisuda.

Identitas Bangsa sebagai Kekuatan Bersaing

Dalam sambutan secara daring, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengajak lulusan Poltekpar beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berani bersaing di tingkat global. Menurut dia, kekayaan budaya dan identitas bangsa justru menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan pariwisata Indonesia.

"Kita tidak harus meninggalkan identitas untuk menjadi bagian dari dunia. Sebaliknya, identitas itulah yang membuat kontribusi kita memiliki nilai dan keunikan," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ni Luh menilai kemampuan beradaptasi ini penting untuk menjaga pertumbuhan positif sektor pariwisata nasional. Dampaknya, peluang bagi tenaga profesional dan wirausaha muda di industri pariwisata semakin terbuka lebar.

Angka Kunjungan Wisatawan Terbaru

Sepanjang 2025, Indonesia mencatatkan 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar, sementara devisa pariwisata menyentuh 18,27 miliar dolar AS.

Tren positif berlanjut pada Januari–Agustus 2026. Kunjungan wisman mencapai 10,58 juta atau tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perjalanan wisnus menembus 842,15 juta atau naik 4,29 persen secara tahunan, dengan devisa pariwisata semester pertama 2026 tercatat 8,43 miliar dolar AS.

"Capaian ini mencerminkan semakin besarnya peran pariwisata dalam menggerakkan perekonomian. Namun, masa depan pariwisata Indonesia tentu tidak hanya ditentukan oleh banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan," ujar Ni Luh.

Kualitas SDM Jadi Kunci Pengalaman Wisata

Pertumbuhan kunjungan dinilai harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tenaga pariwisata dituntut mampu menghadirkan pelayanan profesional, pengalaman wisata berkesan, serta manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ni Luh berpesan bahwa kelulusan bukan akhir dari perjalanan belajar. Justru di sinilah para lulusan mulai menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Dia mengingatkan perjalanan setelah kelulusan tidak selalu mulus. Tantangan, pilihan sulit, dan kesempatan baru menuntut keberanian, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar.

Dorongan Menciptakan Lapangan Kerja Baru

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Kurniawan Abadi, berharap lulusan Poltekpar Palembang tidak berhenti sebagai tenaga profesional yang kompeten. Mereka diharapkan mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Bagi traveler yang tengah merencanakan liburan, pertumbuhan sektor pariwisata ini berimbas pada makin banyaknya pilihan destinasi, paket wisata, dan layanan akomodasi. Kualitas pengalaman yang ditawarkan tenaga profesional lulusan sekolah pariwisata menjadi salah satu faktor yang menentukan kenyamanan perjalanan.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: jatim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top