LAMPUNG — Chrysler Newport dan New Yorker Brougham edisi 1978 menjadi dua mobil penumpang terakhir Mopar yang memakai mesin 440 cubic inch V8. Setelah tahun itu, mesin big block legendaris tersebut tidak lagi ditawarkan di jajaran mobil Chrysler. Truk seperti Plymouth Trail Duster dan Dodge D150 masih sempat memakainya di periode yang sama.
Mesin 440 anggota keluarga RB Mopar pertama kali muncul di ruang mesin pada 1966. Saat itu tenaganya tercatat 350 horsepower, lalu naik bertahap sepanjang era muscle car. Puncaknya ada di Dodge Six Pack dan Plymouth Six Barrel yang diperkuat tiga karburator Holley dua barel, menghasilkan 390 hp dan torsi 490 pound-feet.
Clean Air Act 1970 memberi pemerintah Amerika Serikat kewenangan mengatur emisi gas buang. Pabrikan diminta memangkas emisi hingga separuh pada 1975. Cara yang ditempuh antara lain memundurkan timing pengapian, membuat campuran bahan bakar lebih miskin, dan menurunkan rasio kompresi.
Hasilnya, tenaga 440 merosot sejak 1972. Pada tahun terakhir produksinya, 1978, mesin ini hanya mengeluarkan 195 hp saat dipasang di Chrysler New Yorker Brougham. Angka itu jauh di bawah versi puncaknya yang menyentuh 390 hp.
Tekanan lain datang dari perusahaan asuransi yang menetapkan premi besar untuk mobil performa. Ditambah krisis minyak 1973 yang melambungkan harga bahan bakar, konsumen mulai melirik kendaraan yang lebih hemat. Kondisi ini memaksa pabrikan menyisakan mesin besar hanya untuk model mewah berukuran penuh.
Chrysler New Yorker Brougham 1978 dibanderol 7.831 dolar AS, sekitar dua kali lipat harga Plymouth Horizon yang ringkas. Pembeli di segmen ini memang masih menuntut V8 besar dan tidak terlalu mempermasalahkan biaya operasional. Konsumsi bahan bakar 440 tercatat hanya sekitar 10 mpg dalam kondisi terbaik.
Di sisi lain, Newport dan New Yorker Brougham menjadi satu-satunya mobil penumpang Mopar yang masih bisa dipesan dengan 440 pada 1978. Setelah periode itu, mesin tersebut resmi pensiun dari daftar opsi mobil Chrysler.
440 adalah V8 produksi terbesar yang pernah dibuat Mopar. Prinsipnya sederhana, kapasitas silinder lebih besar umumnya menghasilkan tenaga lebih besar. Semboyan "there's no replacement for displacement" masih jadi pegangan para pegiat hot rod hingga kini.
Mopar hanya memproduksi sekitar 11.000 unit Hemi 426 versi jalan, sehingga harganya melambung saat muncul di pasar. Produksi 440 jauh lebih panjang dan panjang umurnya membuat mesin ini lebih mudah ditemukan dengan harga lebih masuk akal.
Bagi kolektor di Indonesia, mesin 440 big block termasuk langka karena populasi mobil Mopar era 1960–1970-an di sini sangat terbatas. Unit yang masuk umumnya lewat jalur impor khusus atau koleksi pribadi, bukan distribusi resmi ATPM.