Nelayan Pesisir Barat Lampung Hilang Tenggelam Saat Mancing di Perairan Walur, Perahu Ditemukan Terbalik

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 15:46:02 WIB
Perahu nelayan ditemukan terbalik di perairan Pekon Walur, Krui Selatan.

KRUI — Roni (40) berangkat melaut seorang diri dari Pekon Seray menuju perairan Pekon Walur untuk memancing ikan. Sekitar pukul 10.00 WIB, keberadaan pria itu baru diketahui setelah nelayan lain menemukan perahunya dalam kondisi terbalik di laut.

Penemuan pertama kali dilaporkan Ahmad Thonawi, nelayan yang beraktivitas di sekitar Pantai Labuhanjukung. Ia menyebut perahu korban sudah tidak lagi dalam posisi normal saat dilihat dari bibir pantai.

Perahu Terbalik, Pemilik Tak Lagi di Lokasi

Thonawi menuturkan, saat ditemukan, tidak ada seorang pun di sekitar perahu yang terbalik itu. Kondisi tersebut langsung memicu dugaan bahwa pemilik perahu terjatuh ke laut.

"Saat ditemukan, perahunya sudah dalam kondisi terbalik. Sedangkan, pemiliknya (Roni, Red) sudah tidak ada lagi di sekitar lokasi kejadian," ungkap Thonawi.

Lokasi kejadian berada di perairan Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, wilayah pesisir yang selama ini menjadi salah satu titik favorit nelayan setempat untuk mencari ikan. Jarak antara Pekon Seray dan Pekon Walur cukup ditempuh dengan perahu dalam waktu singkat.

Pencarian Difokuskan di Sekitar Titik Penemuan Perahu

Informasi hilangnya Roni langsung menyebar di kalangan nelayan Pesisir Barat. Sejumlah nelayan dikabarkan bergerak ke lokasi penemuan perahu untuk melakukan pencarian awal sebelum tim penyelamat tiba.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah personel maupun peralatan yang dikerahkan dalam operasi pencarian. Kondisi gelombang dan cuaca di perairan Krui Selatan juga belum dilaporkan secara rinci.

Korban merupakan warga Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, yang dikenal sehari-hari sebagai nelayan. Keluarga korban di kampung halaman menunggu kabar terbaru dari lokasi kejadian.

Warga Pesisir Diminta Waspada Saat Melaut

Perairan Pesisir Barat dikenal memiliki arus yang cukup kuat, terutama di sekitar muara dan tebing karang. Nelayan setempat biasanya melaut pada pagi hari dan kembali sebelum siang untuk menghindari perubahan cuaca.

Insiden ini menambah daftar kejadian serupa di kawasan pesisir Lampung. Warga berharap operasi pencarian bisa dipercepat sebelum kondisi laut memburuk.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: waktuindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top