LAMPUNG — Bentley resmi memperkenalkan Torcal, SUV listrik pertama mereka yang diprediksi meluncur 2028 dengan tenaga hingga 876 horsepower dan pengisian cepat 400 kW. Model ini dibangun di atas platform PPE yang sama dengan Porsche Cayenne EV, namun tampil dengan bahasa desain yang jauh berbeda dari model Bentley konvensional. Desainnya memancing reaksi beragam, terutama karena meninggalkan sejumlah elemen ikonik Bentley selama puluhan tahun.
Bentley akhirnya membuka selubung Torcal, kendaraan listrik produksi pertama mereka, setelah bertahun-tahun hanya berupa teaser dan prototipe. Peluncuran resmi ini menandai langkah besar bagi pabrikan asal Crewe, Inggris tersebut, meski mereka sempat membatalkan janji untuk sepenuhnya menjadi merek listrik pada 2030.
Dalam foto pers yang dirilis, salah satu unit Torcal tampil dengan warna hijau limau elektrik yang mencolok. Model ini pertama kali diumumkan hampir dua tahun lalu dengan sebutan "Luxury Urban SUV", dan meski menjadi model empat pintu terpendek Bentley saat ini, panjangnya tetap mencapai lima meter.
Desain Depan yang Membelah Opini
Torcal tidak tampil seperti Bentley pada umumnya, namun tetap terasa kental sebagai Bentley. Bagian depan yang tumpul dan lebih kotak dibanding model Bentley lain justru memberi kesan klasik. Strip LED tipis ala alis mata duduk di atas lampu utama trapesium dengan elemen kompleks di dalamnya.
Poin utama ada pada panel "grille" berbentuk persegi panjang dengan tepi menyala tebal. Alih-alih kisi atau ventilasi, panel ini menampilkan puluhan berlian menyala yang mengikuti motif kristal yang sudah jadi ciri khas lampu Bentley. Bentley menyebutnya "illuminated diamond grille" — nama yang terasa kurang kreatif untuk desain sedetail itu.
Permukaan dan detail di sekitar lampu utama serta fender depan disebut sebagai gema langsung dari Continental era 1990-an. Intake lebar di bumper bawah melengkapi ekspresi wajah Torcal yang khas, meski diakui cukup aneh karena melawan bahasa desain yang sudah mapan puluhan tahun.
Berbasis Platform Porsche Cayenne EV
Torcal berbagi platform PPE dengan Porsche Cayenne EV. Meski jarak sumbu roda identik dan kaca tampak sama, Torcal terlihat tidak terlalu mirip dengan saudara Cayenne-nya. Overhang depan tampak lebih pendek, overhang belakang lebih panjang, pilar D lebih tebal dan bersudut, serta permukaan pintu lebih baik dalam menyamarkan massa baterai.
Di bawah kap terdapat frunk dengan kapasitas sekitar 3 kaki kubik. Garis fender depan yang kuat turun perlahan melintasi pintu menuju fender belakang yang membengkak, memberi stance yang kokoh pada Torcal.
Buritan Bergaya "Prestigious Shield"
Bentley mendeskripsikan bagian belakang Torcal sebagai "prestigious shield", menggemakan konsep EXP 15 tahun lalu. Lampu belakang tipis bermotif berlian membentang dari fender belakang ke bagian tailgate yang menonjol, dengan saluran hitam berbentuk U di bawahnya untuk memberi dimensi tiga dimensi.
Seperti bagian depan, buritan Torcal terbilang aneh, namun dinilai berhasil dan membuat garis potong tailgate terlihat rapi. Direktur desain Robin Page menjelaskan pendekatan mereka: "When we design a Bentley, we consider how people naturally perceive an object. You don't experience a car all at once. There is a hierarchy to what you see and understand, which we describe through four 'reads.'"
Empat "reads" tersebut secara berurutan adalah proporsi, elemen grafis, bahasa permukaan, dan detail.
Interior Lebih Konvensional tapi Sarat Teknologi
Bagian dalam Torcal tidak se-radikal eksteriornya, meski jauh lebih berteknologi dibanding Bentley lain. Layar sentuh OLED tengah memiliki lengkungan halus, berbeda dari layar tertekuk milik Cayenne EV. Kluster instrumen juga berupa layar melengkung halus dengan penutup di atasnya.
Salah satu keputusan yang menuai kritik adalah dihilangkannya kontrol ventilasi udara ikonik bergaya organ-stop. Aliran udara kini diatur otomatis atau melalui layar. Ventilasinya sendiri tetap tampak menarik, namun keputusan ini dianggap mengurangi karakter khas Bentley.
Bentley menyebut Torcal "sets extraordinary benchmarks in every area that matters" melalui pernyataan Chairman dan CEO Dr. Frank-Steffen Walliser. Model ini disebut menunjukkan desain, rekayasa, dan pemikiran yang akan diterapkan pada setiap Bentley masa depan, baik bermesin bensin murni, hybrid, maupun listrik penuh.