LAMPUNG — Bank Indonesia masih mencetak uang rupiah seri baru dengan tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan pencetakan uang kartal setiap tahun adalah hal normal dan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus di awal atau akhir tahun.
"Cetak uang itu kan hal yang normal, setiap tahun kami cetak uang. Hari ini kalau enggak salah, terbit yang seri baru tanda tangan dari Pak Menteri Keuangan lama dan Bapak Gubernur yang sebelumnya. Jadi hari ini atau berapa hari yang lalu kelar, sudah ada," kata Destry dalam konferensi pers di kantor BI, Jakarta, Kamis (24/9).
Pencetakan Uang Kartal Dilakukan Bertahap Sepanjang Tahun
Destry menjelaskan BI telah memproyeksi kebutuhan pencetakan uang untuk setiap periode. Prosesnya tidak dilakukan dalam satu waktu, melainkan mengikuti tahapan yang sudah direncanakan.
"Jadi, itu hal yang biasa. Memang itu tugas kami kan harus selalu tiap tahun. Ada masanya. Jadi mencetak tuh enggak langsung 'jebret' gitu di awal tahun atau akhir tahun, enggak. Tapi ada tahapan-tahapannya," ujarnya.
Menurut Destry, kebutuhan uang kartal berupa koin maupun kertas masih diperlukan hingga kini. Terutama untuk melayani masyarakat di daerah yang sulit terjangkau jaringan sinyal dan layanan perbankan digital.
"Karena biar bagaimanapun kan kebutuhan uang kartal itu masih ada, khususnya untuk teman-teman yang masih di luar jangkauan sinyal," kata Destry.
Warganet Ramai Cari Uang Kertas Tanda Tangan Purbaya-Perry
Media sosial sebelumnya diramaikan oleh warganet yang ramai-ramai mencari uang kertas bertanda tangan Purbaya dan Perry. Pencarian itu muncul karena keduanya saat ini tidak lagi menjabat di posisi masing-masing.
Purbaya Yudhi Sadewa tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, sementara Perry Warjiyo sudah tidak menjabat sebagai Gubernur BI. Meski demikian, uang kertas yang sudah dicetak dengan tanda tangan keduanya tetap sah sebagai alat pembayaran.
Uang Kartal Masih Dibutuhkan di Daerah Terpencil
BI menegaskan pencetakan uang kartal tetap menjadi bagian dari tugas rutin bank sentral. Kebutuhan uang fisik tidak serta-merta hilang meski pembayaran digital terus berkembang di kota-kota besar.
Daerah dengan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi masih mengandalkan uang tunai untuk transaksi sehari-hari. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan BI dalam merencanakan pengadaan uang kartal setiap tahun.
Masyarakat yang menemukan uang kertas dengan tanda tangan Purbaya dan Perry tidak perlu khawatir. Uang tersebut tetap berlaku dan tidak perlu ditukar ke bank, karena tanda tangan pejabat yang sudah tidak menjabat tidak membatalkan keabsahan uang yang sudah diterbitkan.