Pelatih timnas Belanda Xavi Hernandez memuji penampilan Mexx Meerdink yang mencetak dua gol saat mengalahkan Serbia 2-1 di Stadion Rajko Mitic, Belgrade, Minggu (27/9). Penyerang AZ Alkmaar itu membuka keunggulan pada menit ke-30 dan menutup laga dengan gol kedua di menit ke-69. Xavi menilai kontribusi Meerdink bagi kolektif tim lebih berharga ketimbang sekadar catatan golnya.
BANDAR LAMPUNG — Kemenangan Belanda atas Serbia tidak lepas dari peran Meerdink yang tampil tajam di lini depan. Dua golnya memastikan tim tamu pulang dengan poin penuh dari Belgrade.
Xavi menyebut penampilan Meerdink sebagai bentuk kerja untuk tim, bukan sekadar urusan individu. Pujian itu disampaikannya usai laga kepada UEFA.
"Saya senang sekali melihat Mexx (Meerdink). Dia mencetak dua gol, tetapi yang lebih penting adalah dia bekerja untuk seluruh tim," kata Xavi.
Gol Menit 30 dan 69 Tentukan Kemenangan Belanda
Meerdink mencetak gol pertama pada menit ke-30, lalu menambah gol kedua di menit ke-69. Kedua gol itu membuat Serbia tidak mampu membalas meski sempat menekan di sejumlah momen.
Peran Joey Veerman juga tidak lepas dari sorotan. Gelandang itu mengirim umpan terobosan yang diteruskan Guus Til sebelum berbuah gol Meerdink.
"Veerman tampil luar biasa, dengan umpan-umpan yang sangat bagus dan kualitas nyata dalam cara dia membantu rekan-rekannya," tutur Xavi.
Pressing dan Organisasi Pertahanan Jadi Catatan Xavi
Meski menang, Xavi menilai Belanda masih punya ruang perbaikan. Ia menyoroti pressing dan organisasi pertahanan yang dinilainya belum optimal sepanjang pertandingan.
"Kami bisa tampil lebih baik dalam melakukan high press, mid-block, dan menjaga garis pertahanan. Tapi kami memang pantas menang," kata Xavi.
Tekanan dari Serbia disebut Xavi muncul karena kualitas individual pemain lawan. Ia menyebut Luka Jovic dan Dusan Tadic sebagai dua nama yang menyulitkan lini belakang Belanda.
Meerdink Bukan Eksekutor Penalti Utama
Xavi mengungkapkan bahwa Meerdink sebenarnya bukan penendang penalti utama Belanda. Peran itu masih dipegang Cody Gakpo.
Keterangan tersebut memberi gambaran bahwa kontribusi Meerdink datang dari permainan terbuka, bukan dari situasi bola mati.
Belanda berikutnya akan menghadapi Yunani di Thessaloniki pada Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB. Laga itu menjadi ujian berikutnya bagi racikan Xavi, terutama pada aspek pressing yang baru saja dikritiknya sendiri.