JAKARTA — Delapan perwira yang sebelumnya menjalankan tugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Keputusan itu tertuang dalam surat telegram (ST) yang diterbitkan setelah Komjen Suyudi dilantik sebagai Kapolri.
Mutasi kali ini mencakup 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) di tubuh Polri. Delapan perwira eks BNN menjadi bagian dari rotasi tersebut.
Johnny Isir: Mutasi Bagian dari Dinamika Organisasi Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi. Menurutnya, kebijakan itu diambil sesuai kebutuhan organisasi sekaligus untuk penyegaran tugas.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Johnny menambahkan, para perwira yang mendapat amanah jabatan baru diharapkan dapat melanjutkan tugas yang telah berjalan. Mereka juga diminta memberikan pelayanan kepolisian secara optimal kepada masyarakat.
Delapan Perwira Eks BNN Isi Posisi Strategis
Dengan terbitnya ST tersebut, delapan perwira yang sebelumnya bertugas di BNN kini kembali mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Rotasi ini menandai kembalinya mereka ke struktur internal kepolisian setelah bertugas di lembaga antinarkotika.
Mutasi 88 Pati dan Pamen ini merupakan salah satu kebijakan organisasi pertama yang diambil pasca pelantikan Komjen Suyudi sebagai Kapolri. Polri menyebut rotasi ini sebagai upaya menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan pembinaan karier personel.