Pencarian

Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Blackout Batam, Pemerintah Masih Koordinasi Lintas Sektoral

Selasa, 13 Oktober 2026 • 15:51:01 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Blackout Batam, Pemerintah Masih Koordinasi Lintas Sektoral
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menanggapi blackout Batam usai konferensi pers Bali Tech Week 2026, Selasa (13/10/2026).

LAMPUNG — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pemerintah belum menarik kesimpulan soal blackout Batam yang memutus listrik, air, dan sinyal seluler selama belasan jam. Komdigi masih berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menghimpun informasi sebelum memberi keterangan resmi.

Pernyataan itu disampaikan Meutya usai konferensi pers Bali Tech Week 2026, Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan pihaknya belum bisa menyampaikan apa pun lantaran tim Komdigi masih berkomunikasi dengan lintas sektoral.

"Kita masih melihat kejadian di Batam ini, jadi kita belum dapat menyampaikan apa pun sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," ujar Meutya kepada awak media.

Belum Ada Konklusi dari Pemerintah

Meutya menambahkan, hingga saat ini belum ada kesimpulan yang bisa disampaikan pemerintah terkait peristiwa tersebut. Komdigi menunggu hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

"Jadi untuk saat ini, belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apa pun. Sekali lagi sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari K/L-K/L lainnya," ungkapnya.

Respons Menkomdigi muncul setelah gangguan layanan dasar di Batam menjadi perhatian publik. Laporan mengenai listrik, air, dan jaringan telekomunikasi yang terputus bersamaan ramai dibahas warganet di media sosial.

Listrik Padam Sejak 06.30 WIB

Pemadaman listrik massal melanda Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/10/2026). Warga mengaku kelimpungan karena gelap hingga belasan jam, pasokan air bersih terganggu, dan sinyal seluler serta internet sulit diakses.

Pemadaman dilaporkan terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WIB dan berdampak pada sebagian besar wilayah Batam. Gangguan sistem interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan juga berimbas ke Tanjung Pinang dan Bintan.

Kondisi tersebut memicu keluhan warga di media sosial. Sejumlah warga mengaku kesulitan beraktivitas, bekerja, hingga berkomunikasi karena tiga layanan dasar mengalami gangguan secara bersamaan.

Keluhan Warga soal Baterai hingga Sinyal

Keluhan bermunculan di media sosial dan status WhatsApp sepanjang pemadaman. Ada yang mengeluhkan ponsel kehabisan baterai, sulit mendapatkan sinyal, hingga tidak bisa menggunakan internet untuk bekerja.

"Seharian full ga makan karena listrik padam, sinyal mati, air juga mati. Pas lagi sakit. Mana Batam panas banget???? Susah cari makan. Listrik hidup pesan makan online, driver ga dapat2. Sekarang akhirnya bisa makan juga????," ujar @Alexis_1_1.

"Cape banget jadi warga Batam, mati lampu dan mati air dari 6.30 pagi - 22.30. Belum lagi sinyal kabur kaburan," kata @oneaboveall_23.

"ya Allah di Batam mati listrik dari jam 06.30 wib sampai tadi jam 22.30 wib baru nyala ????????, mana di kerubungin asap tebel, mati air, mati listrik, internet susah connect, sinyal hilang timbul. sudahlah, paket komplit," tulis @heesunshine1009.

Dampak ke Sektor Digital dan Bisnis Lokal

Gangguan serentak pada listrik, air, dan jaringan telekomunikasi menyoroti kerentanan infrastruktur dasar di kawasan industri seperti Batam. Bagi pelaku usaha digital dan UMKM yang mengandalkan koneksi internet, pemadaman belasan jam berarti transaksi terhenti dan operasional lumpuh.

Hingga keterangan Menkomdigi disampaikan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti maupun jadwal pemulihan penuh layanan telekomunikasi di wilayah terdampak. Pemerintah menyatakan akan menyampaikan keterangan lanjutan setelah koordinasi lintas kementerian dan lembaga rampung.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks