LAMPUNG — Mobil Perodua Alza yang dijual di Indonesia sebagai Toyota Avanza terangkat ke udara saat mengantre di gerbang tol Damansara, Malaysia, akibat hantaman angin puting beliung. Video kejadian yang direkam pengendara lain memperlihatkan mobil tersebut menghantam kendaraan di sekitarnya sebelum jatuh kembali ke tanah. Insiden ini terjadi saat Kota Damansara dilanda hujan lebat dan angin kencang.
Rekaman video yang beredar di media sosial Threads memperlihatkan pusaran angin kencang melanda area gerbang tol Damansara. Salah satu mobil yang tengah mengantre, Perodua Alza, terangkat ke atas lalu menghantam kendaraan lain di dekatnya sebelum akhirnya jatuh kembali ke aspal. Hujan lebat disertai angin kencang terlihat jelas dalam video yang direkam oleh pengendara yang juga terjebak antrean.
Hingga kini belum ada laporan resmi soal korban luka dari insiden tersebut. Dikutip dari Paultan, pihak berwenang setempat belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dampak kejadian ini terhadap pengendara maupun kendaraan yang terlibat.
Perodua Alza dan Toyota Avanza: Satu Platform, Dua Nama
Perodua Alza merupakan model yang dipasarkan di Malaysia dan berbagi basis dengan Toyota Avanza yang dijual di Indonesia. Keduanya menggunakan platform serupa dengan konfigurasi mesin dan dimensi yang tidak jauh berbeda. Di Indonesia, Avanza dikenal sebagai salah satu MPV keluarga dengan penjualan tinggi dan sering dijadikan kendaraan harian maupun armada.
Perbedaan utama terletak pada penyetelan suspensi dan beberapa fitur yang disesuaikan dengan pasar masing-masing negara. Bobot kendaraan yang relatif ringan di kelas MPV menjadi salah satu faktor yang membuat mobil ini rentan terangkat saat diterpa angin ekstrem.
Fenomena Puting Beliung di Kota Damansara
Kota Damansara dilanda hujan lebat yang memicu terbentuknya pusaran angin. Video lain yang direkam dari sebuah blok apartemen memperlihatkan mobil merah yang tengah parkir terdorong oleh angin, sementara percikan air dan puing-puing berputar terkena hembusan. Rekaman kedua menunjukkan pepohonan di sekitar blok apartemen dan taman bermain anak-anak yang diterpa angin kencang.
Seorang pengguna media sosial menulis, "Hujan badai di kawasan Kota Damansara, ya Allah, menakutkan sekali angin puting beliung ini." Pengguna tersebut juga mengingatkan pengendara motor agar berhati-hati terhadap dampak pusaran angin.
Peringatan MetMalaysia Soal Transisi Musim Hujan
Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menyatakan negeri jiran tengah memasuki fase transisi ke musim hujan. Pada periode ini, angin dari berbagai arah memicu terbentuknya awan badai petir yang membawa hujan lebat, kilat, dan angin kencang dalam waktu singkat, terutama pada sore dan malam hari.
MetMalaysia memperingatkan potensi banjir bandang, pohon tumbang, dan kerusakan pada bangunan yang tidak kokoh di seluruh wilayah barat dan pedalaman Semenanjung Malaysia, serta bagian barat Sabah dan Sarawak.
Yang Perlu Diperhatikan Pengendara di Indonesia
Kejadian di Malaysia ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa terjadi kapan saja, termasuk di Indonesia yang juga tengah memasuki musim hujan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pengendara saat cuaca buruk:
- Hindari berhenti di area terbuka seperti gerbang tol atau jembatan saat angin kencang
- Jaga jarak aman dengan kendaraan lain, terutama saat visibilitas menurun
- Pastikan kaca dan pintu terkunci rapat untuk mengurangi risiko angin masuk
- Jika memungkinkan, tunda perjalanan saat prakiraan cuaca menunjukkan potensi badai
- Untuk pengendara motor, segera cari tempat berlindung yang aman dan hindari berteduh di bawah pohon besar
Bagi pemilik MPV seperti Avanza atau kembarannya, bobot kendaraan yang relatif ringan bukan berarti tidak aman dalam kondisi normal. Namun saat diterpa angin ekstrem, tidak ada mobil yang sepenuhnya kebal terhadap gaya angkat yang dihasilkan pusaran puting beliung.