BANDAR LAMPUNG — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung Antoni Irawan menyebut laporan kebakaran diterima pukul 05.19 WIB. Petugas bergerak dari sejumlah pos siaga dan tiba di lokasi secara bertahap mulai pukul 05.24 WIB.
Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 07.58 WIB. Sebanyak 15 tangki air digunakan selama penanganan di lokasi.
Karyawan Terbangun saat Api Mulai Melahap Material Mebel
Sejumlah karyawan yang sedang beristirahat terbangun setelah mendengar suara dari bagian belakang bangunan. Saat memeriksa sumber suara, mereka mendapati api sudah membesar dan mulai melahap material mebel.
Upaya pemadaman mandiri dengan air sempat dilakukan. Api telanjur membesar karena banyak material mudah terbakar, mulai dari kayu, kursi, meja, hingga sofa. Para karyawan memilih menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Angin kencang diduga membuat api cepat merambat ke bagian lain bangunan.
Barang yang Terbakar: Kursi hingga Kompresor Angin
Sejumlah barang yang terbakar meliputi kursi, meja, sofa, kayu-kayu, kompresor angin, serta bagian bangunan mebel. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Heriansyah, salah seorang karyawan, menyebut kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di dalam bangunan. Gudang tersebut milik Giavany Tasi, 33 tahun, wiraswasta yang berdomisili di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.
"Dugaan korsleting listrik menjadi penyebab sementara berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian," kata Antoni.
Penyebab Pasti Masih Menunggu Pemeriksaan Berwenang
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Damkarmat mencatat response time petugas sekitar lima menit sejak laporan diterima.
Warga diimbau memeriksa instalasi listrik di bangunan penyimpanan material mudah terbakar. Gudang mebel di Sukadanaham menjadi pengingat bahwa arus pendek di ruang berisi kayu dan kain bisa membesar dalam hitungan menit.