PESAWARAN — Nama besar Letnan Jenderal TNI Purnawirawan H. Alamsyah Ratu Perwiranegara kini melekat pada rumah sakit milik Pemprov Lampung di Pesawaran. Peresmian perubahan nama dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (12/8/2026).
Gubernur menegaskan bahwa pemberian nama tokoh tersebut bukan sekadar seremoni. Ada nilai integritas, disiplin, dan pengabdian yang harus dihidupkan oleh seluruh jajaran rumah sakit dalam pelayanan sehari-hari.
"Nama Alamsyah Ratu Perwiranegara tidak hanya terlihat di depan gedung, tapi juga terasa dalam pelayanan yang diberikan," ujar Gubernur Mirza dalam sambutannya.
Gubernur meminta profil Alamsyah Ratu Perwiranegara ditampilkan di area rumah sakit. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat dan tenaga kesehatan mengenal sosok serta kiprah putra daerah yang pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad dan Gubernur Lemhannas tersebut.
"Penghormatan terhadap seorang tokoh, terhadap seorang pejuang, bukan hanya memberikan nama, tapi juga memberikan nilai-nilai yang beliau tinggalkan," katanya.
Untuk mencapai target menjadi rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Selatan, Pemprov Lampung tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi prioritas utama, termasuk pemanfaatan teknologi kesehatan yang terus berkembang.
"Kita bukan hanya menghadirkan peralatan modern, tapi juga manusia-manusianya yang kompeten, pelayan yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, serta pemanfaatan teknologi kesehatan yang terus berkembang," tegas Gubernur.
Direktur Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara, drg. Hellen Veranica, memaparkan transformasi institusi yang dipimpinnya. Rumah sakit ini berdiri sejak 1 Maret 1990 dengan nama Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandar Lampung, kemudian diserahkan ke pemerintah daerah pada 2001.
Statusnya berubah menjadi UPTD Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, lalu sejak 2019 menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kini rumah sakit menempati lahan sekitar 6 hektare dengan kapasitas 162 tempat tidur.
Layanan kesehatan jiwa di rumah sakit ini ditopang 325 pegawai, termasuk 15 dokter spesialis dan subspesialis. Tersedia subspesialis kedokteran jiwa konsultan anak dan remaja serta subspesialis kedokteran jiwa geriatri.
Rumah sakit juga memiliki tujuh psikiater, dokter spesialis saraf, penyakit dalam, radiologi, anak, patologi klinik, anestesi dan terapi intensif, 12 dokter umum, dua dokter gigi, serta lima psikolog. Peralatan modern seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dan quantitative Electroencephalography (qEEG) sudah tersedia untuk menunjang