Unila Terjun ke Pringsewu, KWT Pangan Lestari Kini Bisa Pantau Suhu Kumbung Jamur via IoT dan Ubah Limbah Jadi Pakan Ternak

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:42:01 WIB
Tim pengabdian masyarakat Universitas Lampung memperkenalkan teknologi IoT untuk memantau suhu dan kelembaban kumbung jamur milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangan Lestari di Pringsewu.

PRINGSEWU — Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangan Lestari yang mengelola sekitar 1.000 log jamur tiram putih di Kabupaten Pringsewu kini mulai beralih dari metode konvensional menuju budidaya berbasis data. Tim pengabdian masyarakat Universitas Lampung (Unila) memperkenalkan teknologi monitoring suhu dan kelembaban kumbung yang terhubung dengan sistem Internet of Things (IoT) serta penyiraman otomatis.

Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Pendampingan difokuskan untuk menjawab dua persoalan utama yang selama ini membatasi produktivitas kelompok: pengelolaan lingkungan kumbung yang masih manual dan penumpukan limbah log jamur pascapanen.

Produksi Harian 8-10 Kg dan Tantangan Penyiraman Manual

Sejak memulai usaha pada 2019, KWT Pangan Lestari mengandalkan pengalaman anggota untuk mengatur suhu dan kelembaban kumbung. Produksi jamur mereka berada di kisaran 8–10 kilogram per hari, namun kondisi lingkungan tumbuh belum terpantau secara terukur.

Penyiraman manual pun menjadi pekerjaan rutin yang menyita waktu, dilakukan dua hingga tiga kali sehari dan bisa lebih sering saat musim kemarau. Dengan sistem otomatis yang dipasang, proses ini diharapkan lebih efisien dan kondisi kumbung lebih konsisten untuk pertumbuhan jamur.

Limbah Log Jamur Disulap Jadi Kasgot dan Pakan Ternak

Selain digitalisasi budidaya, tim Unila juga memperkenalkan biokonversi menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah limbah log jamur. Sebelumnya, sebagian limbah tersebut masih dibakar atau ditimbun, yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.

Melalui proses biokonversi, limbah log jamur diubah menjadi pupuk organik bekas maggot (kasgot) serta maggot itu sendiri yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif. Pendekatan ini memberi nilai ekonomi baru bagi sisa produksi yang selama ini terbuang.

Kegiatan ini diarahkan untuk membantu KWT Pangan Lestari bertransformasi menuju sistem budidaya yang lebih efisien, berbasis data, dan berkelanjutan. Dengan adanya teknologi pemantauan lingkungan, anggota kelompok dapat menggunakan data suhu dan kelembaban sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan budidaya sehari-hari.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: lampungpro.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top