Pencarian

Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung Latih Ibu-Ibu PAUD Kenanga Sukarame II Sulap Botol Plastik Jadi Gantungan Kunci Bernilai Jual

Jumat, 14 Agustus 2026 • 16:54:01 WIB
Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung Latih Ibu-Ibu PAUD Kenanga Sukarame II Sulap Botol Plastik Jadi Gantungan Kunci Bernilai Jual
Ibu-ibu wali murid PAUD Kenanga mengikuti pelatihan mengolah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci bernilai jual di Sukarame II, Bandar Lampung, Rabu (12/8/2026).

BANDAR LAMPUNG — Limbah botol plastik yang selama ini menumpuk di lingkungan sekitar PAUD Kenanga, Lingkungan II Kelurahan Sukarame II, kini disulap menjadi produk kreatif berupa gantungan kunci. Pelatihan pengolahan sampah plastik ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyara (KKN) Kelompok 64 UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) dan diikuti para ibu wali murid, Rabu (12/8/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 10.00 WIB ini berawal dari keprihatinan para mahasiswa melihat banyaknya botol plastik bekas yang belum dimanfaatkan secara optimal di pemukiman warga. Kehadiran mahasiswa KKN di sini bukan sekadar memberi teori, tetapi juga praktik langsung membuat produk yang punya potensi ekonomi bagi keluarga.

Anak-Anak Ikut Belajar Sambil Bermain

Suasana pelatihan tidak melulu diisi oleh para orang tua. Anak-anak siswa PAUD Kenanga juga dilibatkan untuk membantu orang tua mereka masing-masing. Cara ini dinilai efektif untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini, sembari menciptakan momen belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Sebelum praktik pembuatan gantungan kunci, para peserta terlebih dahulu diberikan edukasi singkat mengenai bahaya limbah plastik bagi lingkungan serta pentingnya upaya pengurangan sampah dari rumah tangga.

Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Warga Sukarame II

Koordinator Kelompok KKN 64 UIN RIL, Ahmad Rifky Rismawan, menegaskan bahwa program ini dirancang lebih dari sekadar kampanye lingkungan. Ia berharap para ibu dapat melihat peluang ekonomi dari barang yang selama ini dianggap tidak berguna.

"Saya melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai edukasi tentang pemanfaatan limbah plastik, tetapi juga sebagai langkah kecil untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi ibu-ibu wali murid. Kami ingin menunjukkan bahwa barang yang selama ini dianggap sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna bahkan berpotensi memiliki nilai jual," ujar Ahmad Rifky Rismawan.

"Harapannya, setelah kegiatan ini ibu-ibu tidak hanya lebih peduli terhadap lingkungan, tetapi juga dapat melihat peluang bahwa limbah sekitar bisa dikembangkan menjadi produk kreatif yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi keluarga," tambahnya.

Apresiasi dari Pengelola PAUD Kenanga

Inisiatif yang menyasar keterampilan rumah tangga ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala PAUD Kenanga, Neng Elin, mengapresiasi metode edukasi yang digunakan karena mampu melibatkan orang tua dan anak secara bersamaan.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 64 UIN RIL di PAUD Kenanga. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan edukasi menjaga lingkungan, tetapi juga melibatkan ibu-ibu wali murid dalam praktik pembuatan produk sederhana bernilai jual. Anak-anak pun dapat belajar sambil bermain bersama orang tua. Kami berharap pengalaman ini dapat terus dikembangkan," tutur Neng Elin.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Kelompok 64 UIN RIL berharap kesadaran lingkungan dan semangat berwirausaha masyarakat Sukarame II, khususnya Lingkungan II, dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: web.lintaslampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks