Investasi Konten Film dan TV Italia Turun 7,4% Jadi Rp36 Triliun pada 2025

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:20:00 WIB
Investasi produksi konten film, TV, dan streaming Italia turun 7,4% menjadi 2 miliar euro pada 2025.

LAMPUNG — Investasi produksi konten untuk industri film, TV, dan streaming Italia turun 7,4% menjadi 2 miliar euro (sekitar Rp36 triliun) pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan asosiasi produser televisi Italia APA yang dirilis di ajang MIA Market Roma menyebut sektor scripted paling terpukul akibat ketidakpastian insentif pajak dan peralihan penonton dari siaran linear ke streaming.

Produser Italia sempat menikmati fase pertumbuhan panjang sebelum akhirnya menghadapi perlambatan pada 2025. Penyebab utamanya, pemerintah Italia yang sedang berdiskusi soal sejumlah perubahan regulasi terhadap insentif pajak untuk produksi film dan TV domestik.

Perubahan aturan kredit pajak domestik itu tidak menyentuh skema rebate produksi internasional Italia, yang tetap berlaku seperti sebelumnya.

Mengapa Ketidakpastian Insentif Pajak Jadi Biang Kerok

Laporan APA menyebut situasi tersebut menyulitkan produser merencanakan proyek, menambah beban finansial, dan memangkas margin keuntungan. Dampaknya dirasakan semua perusahaan, terutama yang berskala kecil, karena likuiditas tertekan dan kapasitas investasi masa depan ikut menyusut.

Ada angin segar di ujung jalan. Kredit pajak baru kini sudah berlaku dan periode pengajuan atau application window telah dibuka kembali, sehingga produser berharap ada kelegaan setelah fase penuh ketidakpastian.

Konten Unscripted Masih Jadi Tulang Punggung

Di tengah tekanan pada sektor scripted, konten unscripted tetap menjadi penopang utama penyiaran Italia. Produser lokal memproduksi lebih dari 17.000 jam konten orisinal yang tayang perdana sepanjang tahun lalu, dengan 59% di antaranya berasal dari produksi independen.

Penawaran unscripted dari platform streaming di Italia juga meluas. Jumlah judulnya naik 51% dan total jamnya bertambah 30%. Genre faktual mencatat pertumbuhan paling signifikan, naik 36% dari sisi jumlah jam, sementara jumlah judul faktual domestik yang diadaptasi dari format internasional berlipat dua.

Kuis atau game show juga semakin agresif di jaringan linear, baik di slot sore maupun primetime.

Jumlah Judul Scripted Naik, tapi Didominasi Produksi Lokal

Untuk konten scripted orisinal, jumlah judul pada 2025 tumbuh 9% menjadi 101 acara untuk musim berjalan. Pertumbuhan itu terutama disumbang 74 serial domestik kecil untuk jaringan linear yang umumnya tidak menembus pasar internasional.

Jumlah orisinal Italia yang diproduksi platform streaming tahun lalu stagnan di 27 judul, sama seperti 2024. Sebagian besar berstatus "local for local" alias diproduksi untuk pasar dalam negeri.

Meski begitu, konten scripted Italia tetap menjangkau audiens luas dan beragam secara demografis. Di ranah penyiaran linear, "Sandokan" garapan Lux Vide, versi modern dari kisah bajak laut klasik karya Emilio Salgari, serta "La Preside" produksi BiBiFilm tentang kepala sekolah perempuan di kawasan Napoli yang rawan kriminal, masing-masing menembus rata-rata lebih dari 4,6 juta penonton per episode.

Di ruang streaming, drama penjara berlatar Napoli "The Sea Beyond" dari Picomedia masih menjadi andalan di kanal digital dan linear RAI. Drama periode "Il Paradiso delle Signore" produksi Aurora TV juga mencatat performa serupa.

Orisinal Italia yang paling menonjol di Netflix adalah serial pembunuh berantai "The Monster of Florence" arahan sutradara spesialis genre Stefano Sollima. Serial itu tayang perdana dari Venice Film Festival 2025 dan mengumpulkan 9,7 juta views global pada pekan pertama Oktober 2025.

Streaming Hampir Menyalip TV Linear

Pangsa pasar televisi linear di Italia, baik free-to-air maupun pay-TV, terus menyusut, sementara platform global tumbuh. Segmen streaming yang hanya 21% dari pasar pada 2020 kini sudah mencapai 43% dan diperkirakan melampaui nilai televisi linear dalam jangka menengah.

Tren global lain juga menular ke Italia: microdrama mulai mendapat tempat. ReelShort, DramaBox, NetShort, dan DramaWave masuk 15 aplikasi hiburan teratas di negara itu berdasarkan belanja pengguna.

Produksi microdrama orisinal Italia pertama bahkan sudah dirilis, berjudul "Tutto in una notte" garapan Fascino PGT. Sebanyak 54 episodenya didistribusikan lewat platform lokal WittyTV dan media sosial.

Bagi industri hiburan Indonesia, dinamika Italia ini jadi cermin bagaimana kebijakan insentif pajak dan pergeseran perilaku penonton bisa langsung mengubah arah investasi konten sebuah negara.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top