Pencarian

Gubernur Lampung Instruksikan Pemilihan Kepala Tiyuh Karta Tanjung Selamat Ditunda, Polemik Tapal Batas Lampura-Tubaba Memanas

Rabu, 21 Oktober 2026 • 13:16:31 WIB
Gubernur Lampung Instruksikan Pemilihan Kepala Tiyuh Karta Tanjung Selamat Ditunda, Polemik Tapal Batas Lampura-Tubaba Memanas
Penundaan pemilihan Kepala Tiyuh Karta Tanjung Selamat diputuskan setelah aspirasi masyarakat adat disampaikan ke pemerintah provinsi.

LAMPUNG UTARA — Penundaan pemilihan kepala tiyuh di Karta Tanjung Selamat menjadi titik terang pertama setelah sengketa tapal batas antara Lampung Utara dan Tulang Bawang Barat berjalan tiga tahun tanpa kepastian. Keputusan itu diambil setelah aspirasi masyarakat adat Buay Perja Sungkai Bunga Mayang disampaikan ke pemerintah provinsi.

Masyarakat adat meminta pemilihan Kepala Tiyuh Karta Tanjung Selamat dihentikan karena polemik batas wilayah belum tuntas. Dusun Tanjung Selamat berada di perbatasan dua kabupaten dan hingga kini status administrasinya masih dipersoalkan.

Rekam Sejarah Batas Marga Sejak 1928

Tokoh Adat Desa Pakuon Agung, Alamlah, memaparkan rekam sejarah batas marga antara Buay Perja dan Buay Bulan. Kesepakatan itu disebut telah dicapai sejak tahun 1928 dan dipertegas kembali pada 1963, dengan batas di Way Pengacaran hingga ke hulu.

Alamlah mempertanyakan dasar penetapan status administrasi wilayah saat ini. Menurut dia, warga belum menerima pemberitahuan resmi soal perubahan wilayah.

"Hingga kini belum ada pemberitahuan atau kepastian resmi kepada kami, atas dasar apa Dusun Tanjung Selamat ini dimasukkan ke dalam wilayah administrasi Tulang Bawang Barat," ungkap Alamlah.

Warga Soroti Sikap Tebang Pilih Selama Tiga Tahun

Tokoh Masyarakat Negeri Ujung Karang, Putu Sahri, menyoroti sengketa yang berjalan tiga tahun tanpa titik terang. Ia menilai penanganan persoalan terkesan tebang pilih.

Putu membandingkan perlakuan terhadap warga Lampung Utara yang hendak mendirikan tugu perbatasan dengan aktivitas di sisi Tubaba. Warga Lampung Utara diminta menunda, sementara pihak Tubaba disebut sudah menjalankan pembangunan fisik hingga menggelar pemilihan kepala tiyuh.

"Ketika masyarakat Lampung Utara hendak mendirikan tugu perbatasan, kami diminta menunda demi menunggu keputusan. Namun di sisi lain, pihak Tubaba justru sudah melakukan kegiatan pembangunan fisik hingga menggelar pemilihan kepala tiyuh atau kepala desa. Jika Umbul Tanjung Selamat ini memang sudah diserahkan ke Tubaba, tolong beritahukan secara resmi kepada kami," tegas Putu.

Koordinasi Gubernur dan Polda Lampung Jaga Kondusivitas

Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Lampung serta Polda Lampung. Langkah itu ditempuh untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan pemilihan Kepala Tiyuh Karta Tanjung Selamat yang akan dilaksanakan besok.

Hasil koordinasi tersebut memutuskan pemilihan untuk sementara ditunda. Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pengganti maupun kelanjutan penetapan status administrasi Dusun Tanjung Selamat.

Penundaan ini menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah provinsi: menyelesaikan polemik tapal batas yang telah menahan kepastian layanan administrasi warga di kedua sisi perbatasan.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.rilis.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks