Pencarian

Windows 11 Siapkan 5 Perbaikan Besar: Update Lebih Jarang Ganggu, Iklan Dihapus, dan Performa Lebih Ngebut

Kamis, 06 Agustus 2026 • 05:54:31 WIB
Windows 11 Siapkan 5 Perbaikan Besar: Update Lebih Jarang Ganggu, Iklan Dihapus, dan Performa Lebih Ngebut
Pembaruan Windows 11 kini menawarkan opsi penundaan pembaruan tanpa batas waktu.

LAMPUNG — Janji Microsoft untuk "membenahi" Windows 11 akhirnya menemui titik terang. Setelah bertahun-tahun menuai kritik, raksasa software asal Redmond itu kini bergerak cepat mengeksekusi rencana perbaikannya. Sejak Maret lalu, berbagai pembaruan yang lahir dari inisiatif internal bernama Windows K2 telah diuji dan sebagian sudah mulai menjangkau perangkat pengguna umum.

Dari hasil pengujian selama beberapa bulan terakhir, setidaknya ada lima perubahan signifikan yang layak disorot. Perubahan-perubahan ini tidak hanya menyentuh sisi teknis, tetapi juga mengubah cara pengguna berinteraksi dengan sistem operasi sehari-hari.

Windows Update Tidak Lagi Menjadi Momok

Keluhan terbesar pengguna Windows biasanya berpusat pada proses pembaruan yang menyita waktu dan sering meminta restart di waktu yang tidak tepat. Microsoft menjawabnya dengan menyinkronkan jadwal instalasi untuk pembaruan driver, framework, dan keamanan. Hasilnya, permintaan restart kini hanya muncul satu kali dalam sebulan, bertepatan dengan rilis patch keamanan rutin.

Pengguna juga diberi kewenangan lebih besar. Opsi untuk menunda pembaruan kini bisa dilakukan tanpa batas waktu, dan tombol "shut down" atau "restart" tidak lagi memaksa sistem untuk menginstal pembaruan terlebih dahulu. Bahkan, saat pertama kali menyalakan PC baru, pengguna bisa melewati proses instalasi update wajib yang dulu memakan waktu lebih dari 20 menit sebelum sampai ke layar utama.

Iklan dan Tombol AI Ditarik dari Berbagai Pojok Sistem

Salah satu perubahan paling terasa adalah berkurangnya konten sponsor dan elemen AI yang dianggap mengganggu. Papan Widget kini menampilkan widget lokal sebagai default, menggantikan umpan berita MSN dan konten bersponsor yang sebelumnya memenuhi layar. Pengguna tetap bisa mengakses feed MSN secara manual, tetapi tidak lagi dipaksa melihatnya.

Pencarian di Windows juga dibersihkan dari iklan Bing dan MSN. Panel pencarian kini hanya menampilkan riwayat pencarian dan item yang relevan, tanpa wallpaper Bing atau konten sponsor. Di menu Start, bagian "Recommended" diubah menjadi "Recents" yang hanya menampilkan file dan aplikasi yang baru dibuka. Opsi untuk menghapus bagian ini sepenuhnya juga tersedia. Sementara itu, tombol Copilot yang dulu tersebar di aplikasi seperti Photos dan Notepad kini dihilangkan, termasuk opsi "Ask Copilot" di File Explorer.

Fokus pada Performa dan Keandalan Sistem

Microsoft juga menaruh perhatian serius pada peningkatan kecepatan dan stabilitas. Fitur baru bernama "Low Latency Profile" bekerja secara senyap dengan menaikkan frekuensi CPU saat pengguna membuka aplikasi atau menu konteks. Efeknya, Start menu dan elemen antarmuka lain kini merespons klik secara instan, bahkan saat sistem sedang dibebani tugas berat.

Perombakan juga dilakukan pada lapisan antarmuka WinUI melalui System Compositor baru yang mengurangi latensi dan penggunaan memori. Dialog Run yang dibangun ulang dengan WinUI diklaim lebih cepat dari versi lamanya. Penjelajahan file di File Explorer dan pencarian dua karakter pun kini berjalan lebih konsisten.

Kembalinya Opsi Kustomisasi untuk Start Menu dan Taskbar

Fleksibilitas yang sempat hilang di Windows 11 mulai dipulihkan. Pengguna kini dapat memindahkan posisi Taskbar ke sisi kiri, kanan, atau atas layar seperti di Windows 10, serta mengecilkan ukurannya. Menu Start juga mendapat kontrol lebih granular, mulai dari menyembunyikan segmen Recents, aplikasi yang disematkan (Pinned), hingga area All Apps. Fitur Phone Link companion juga bisa dimatikan sesuai kebutuhan.

Apa yang Masih Ditunggu?

Selain lima perubahan di atas, Microsoft masih menyimpan sejumlah pembaruan lain yang belum memasuki tahap uji publik. Rencana jangka pendeknya mencakup pemindahan lebih banyak komponen sistem ke WinUI untuk performa lebih baik, pengurangan jejak memori sistem saat idle, serta desain ulang menu konteks yang lebih cepat dan dapat dikustomisasi. Integrasi dengan smartphone dan mode gelap di lebih banyak area juga sedang dalam pengerjaan.

Sebagian besar perbaikan ini ditargetkan rampung sebelum akhir 2026, dengan beberapa sisanya menyusul pada 2027. Bagi pengguna yang tidak sabar, semua fitur yang sudah disebutkan di atas dapat langsung dicoba melalui program Windows Insider. Ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang selama ini merasa Windows 11 kurang ramah, sekaligus sinyal bahwa Microsoft serius menjadikan sistem operasinya sebagai pilihan utama yang kompetitif.

Follow www.lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: windowscentral.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks