BANDAR LAMPUNG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 115 titik panas tersebar di sembilan kabupaten/kota di Lampung. Data ini merupakan hasil pemantauan satelit pada 10 Agustus 2026 pukul 00.23 WIB.
Kabupaten Way Kanan mendominasi dengan 35 titik, diikuti Mesuji 24 titik. Lampung Utara dan Tulang Bawang Barat masing-masing mencatat 16 titik, sementara Lampung Timur dan Pesisir Barat masing-masing enam titik.
Lampung Selatan dan Lampung Tengah masing-masing terdeteksi lima titik. Adapun Tanggamus dan Tulang Bawang masing-masing satu titik panas.
Tingkat Kepercayaan Deteksi Satelit: 100 Hotspot Kategori Sedang
Dari total 115 titik panas tersebut, sebanyak 100 hotspot berada dalam kategori sedang. Empat titik masuk kategori tinggi dan 11 titik lainnya berstatus rendah berdasarkan tingkat kepercayaan deteksi satelit.
BMKG: Hotspot Bukan Berarti Api Sudah Muncul
Prakirawan BMKG Lampung, Adi Saputra, menegaskan bahwa titik panas tidak bisa langsung diartikan sebagai kebakaran. Data tersebut baru sebatas indikasi anomali panas yang perlu diverifikasi di lapangan.
"Hotspot tidak selalu berarti kebakaran. Data tersebut merupakan indikasi adanya anomali panas yang terdeteksi satelit dan tetap perlu diverifikasi di lapangan," kata Adi, Selasa (11/8/2026).
Vegetasi Kering Berpotensi Memperbesar Api
Meski begitu, keberadaan titik panas tetap menjadi sinyal kewaspadaan. Kondisi vegetasi dan lahan yang kering pada musim kemarau membuat api mudah menyebar jika ada sumber pembakaran.
"Ketika kondisi lahan kering, potensi api untuk berkembang menjadi lebih besar apabila ada sumber pembakaran," ujarnya.
Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan dan Sampah
Adi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau membakar sampah sembarangan. Warga yang menemukan asap maupun titik api diminta segera melapor agar penanganan bisa dilakukan lebih dini.
Pemantauan titik panas ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di Lampung.