BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung mendorong penguatan pencegahan dan respons cepat karhutla melalui rapat koordinasi yang membahas pemetaan personel, peralatan, sumber air, hingga standar operasional prosedur (SOP). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap titik api yang muncul dapat ditangani secara terukur dan tidak meluas.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terdapat puluhan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedang, dan rendah. Sebaran titik terpantau terkonsentrasi di wilayah utara, timur, dan tengah Lampung yang mencakup 11 kabupaten.
Dukungan Helikopter Water Bombing Siaga di Lampung
Wakil Gubernur mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan berharap Lampung dapat memperoleh helikopter water bombing yang ditempatkan secara permanen atau siaga di wilayahnya. Keberadaan helikopter yang selalu tersedia dinilai mampu mempercepat respons ketika titik api muncul di area yang sulit dijangkau jalur darat.
Selain armada udara, seluruh unsur diminta bekerja dalam satu sistem komando dengan memanfaatkan Pusdalops BPBD sebagai pusat informasi dan koordinasi. Hal ini penting agar setiap laporan titik api dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti cepat oleh petugas lapangan.
Target Pemetaan Personel dan Sumber Air
Rapat koordinasi ini menargetkan lahirnya pemetaan yang jelas mengenai jumlah personel, peralatan, dan ketersediaan sumber air di setiap wilayah rawan. Dengan begitu, respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat dan terukur dibandingkan sebelumnya.
Penguatan pencegahan dan respons ini diharapkan tidak hanya menekan luas kebakaran, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak sosial, ekonomi, kesehatan, serta kerusakan ekosistem. Kesiapan personel dan peralatan menjadi kunci agar titik panas tidak berkembang menjadi karhutla yang mengganggu aktivitas warga.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mencegah titik panas meluas. Dengan koordinasi yang lebih solid dan dukungan armada memadai, penanganan karhutla di Lampung diharapkan berjalan lebih efektif. (*)