BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menguraikan tiga pilar utama Desaku Maju: pertanian terintegrasi, pendidikan inklusif, dan penguatan UMKM. Penjelasan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Majalah Srikandi Lampung, media perempuan yang ingin menjadi mitra promosi potensi daerah.
Hilirisasi Pertanian: Bed Dryer dan Pupuk Hayati Cair
Jihan memastikan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi Lampung. Kontribusinya terhadap PDRB lebih dari 30 persen. Karena itu, pemprov mendorong hilirisasi agar petani tidak berhenti di tingkat gabah kering giling.
Salah satu instrumennya adalah bantuan bed dryer dan Pupuk Hayati Cair (PHC). PHC sudah dipakai di sejumlah titik untuk menekan biaya produksi sekaligus ramah lingkungan. Sedangkan bed dryer memungkinkan gabah langsung diolah menjadi beras, sehingga nilai tambah dinikmati di Lampung.
"Selain itu, ada bed dryer agar petani tidak hanya memproduksi Gabah Kering Giling, tetapi hilirisasinya langsung menjadi beras agar nilai tambahnya ada di Lampung," ujar Jihan.
SMA Terbuka dan Sekolah Rakyat: Mengangkat IPM
Pendidikan menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Jihan menilai SMA Terbuka sebagai terobosan karena fleksibel dan gratis.
"SMA Terbuka adalah instrumen lompatan karena sangat fleksibel dan gratis. Seluruh kabupaten kita minta membuka SMA Terbuka bekerja sama dengan desa-desa," jelasnya.
Sekolah Rakyat juga berjalan di Lampung Selatan dan Lampung Timur. Usulan dari Tulang Bawang dan Lampung Barat masih diverifikasi. Tantangan utamanya adalah ketersediaan lahan hibah minimal sembilan hektare, yang sulit dipenuhi di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung dan Metro.
Dukungan UMKM: Sinergi Pembiayaan
Dalam pengembangan UMKM, Wagub menegaskan APBD tidak bisa menjadi satu-satunya sumber modal. Sinergi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan dinilai penting untuk memperluas akses. Skema ini juga menghadirkan pendampingan dan tanggung jawab kelompok agar usaha berkelanjutan.
Majalah Srikandi: Media Perempuan Jadi Mitra Promosi
Pemimpin Redaksi Majalah Srikandi Lampung, Suci Hartati, menyampaikan bahwa media yang dipimpinnya lahir dari semangat perempuan Lampung untuk berkarya dan memberi inspirasi.
"Kami ingin berkarya dan melahirkan inspirasi dari perempuan-perempuan hebat di Provinsi Lampung. Kami juga ingin merangkul pemerintah daerah dan ikut mempromosikan berbagai potensi Lampung, terutama pariwisata," ujar Suci.
Jihan mengapresiasi kehadiran media tersebut. Ia menyebut Srikandi sebagai himpunan perempuan media Lampung yang telah membantu menyampaikan program pemprov, termasuk Desaku Maju.
Pariwisata dan Konektivitas
Di sektor pariwisata, pemprov terus memperkuat konektivitas antarwilayah dan mengembangkan kawasan wisata. Pembangunan infrastruktur menjadi instrumen untuk membuka akses ke destinasi unggulan, sejalan dengan target jangka panjang Desaku Maju yang menjangkau seluruh desa di Lampung.