Unila Raih Green Campus dan Green Library Awards 2026, Rektor Sebut Pengakuan atas Integrasi Lingkungan di Tridharma

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:48:31 WIB
Rektor Unila menerima penghargaan Green Campus dan Green Library Awards 2026 di ajang APPeL Hijau Indonesia Awards di Solo, Jumat (7/8).

BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) memastikan diri sebagai salah satu kampus paling konsisten dalam mengarusutamakan isu lingkungan di Indonesia. Dua penghargaan sekaligus berhasil dibawa pulang dari ajang APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 yang digelar di Harris Hotel & Convention Solo, Surakarta, Jumat (7/8).

Dua piala tersebut masing-masing diraih untuk kategori Anugerah Kampus Hijau (Green Campus Award) dan Anugerah Perpustakaan Hijau (Green Library Award) yang diberikan kepada Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Unila. Trofi dan sertifikat diterima langsung oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., di sela Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) ke-3.

Penilaian Berbasis Rekam Jejak Digital, Bukan Sekadar Aplikasi Lapangan

Ketua Panitia KLHI III 2026, Ali Mutakim, menjelaskan bahwa penetapan pemenang tidak dilakukan secara seremonial. Tim penilai melakukan profiling mendalam terhadap situs resmi Unila, pemberitaan media, hingga rekam jejak publikasi ilmiah para akademisi di Google Scholar.

“Unila terbukti konsisten berada di atas rata-rata dalam mengimplementasikan serta menyebarkan virus literasi hijau dan ekosistem kampus berkelanjutan,” ujar Ali Mutakim di hadapan ratusan delegasi perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri.

Kampus Diminta Respons Tantangan Energi dan Pangan Nasional

Di forum yang sama, Rektor Universitas Musamus, Dr. Ir. Daud Andang Pasalli, S.T., M.Eng., mengingatkan peran strategis perguruan tinggi di era keterhubungan global saat ini. Menurutnya, kolaborasi akademisi dari Sumatra hingga Papua menjadi kunci untuk mendukung program strategis nasional.

“Pengembangan literasi hijau di kampus adalah kunci. Kolaborasi akademisi dari Sumatra hingga Papua sangat penting untuk mendukung program strategis nasional, khususnya terkait ketahanan energi terbarukan, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Daud Andang.

Rektor: Penghargaan Ini Bukan Sekadar Piala

Menanggapi raihan tersebut, Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja terukur seluruh elemen kampus. Nilai-nilai lingkungan hidup, kata dia, telah dintegrasikan ke dalam tridharma perguruan tinggi.

“Penghargaan Green Campus dan Green Library ini bukan sekadar piala, melainkan bentuk pengakuan atas langkah Unila mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam tridharma perguruan tinggi, mulai dari kurikulum, riset ilmiah, tata kelola fasilitas, hingga pelayanan perpustakaan berbasis ekosistem hijau,” ungkap Prof. Lusmeilia.

Ia mencontohkan sejumlah program nyata yang telah berjalan, seperti penanaman pohon bagi mahasiswa baru, efisiensi energi, hingga digitalisasi layanan perpustakaan untuk menekan penggunaan kertas.

“Gagasan literasi hijau tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi langsung diterjemahkan ke dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Ajang KLHI ke-3 dan APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia, Konsorsium PTN Indonesia Timur, perwakilan kementerian, serta delegasi internasional dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: diberitain.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top