LAMPUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah, M.Pd, baru-baru ini meninjau pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri 12 Kecamatan Bungaraya pada Senin (11/8/2026). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dorongan nyata agar para orang tua tidak ragu lagi membawa anaknya untuk diimunisasi sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
Menurut Sarifah, imunisasi adalah salah satu upaya paling efektif untuk menjaga kekebalan tubuh anak dan melindungi mereka dari berbagai penyakit berbahaya. Kekhawatiran yang beredar di masyarakat seringkali menjadi penghambat, padahal informasi yang benar dan pemahaman yang utuh adalah kunci utama keberhasilan program ini.
Banyak orang tua mungkin berpikir imunisasi cukup diberikan saat bayi. Padahal, kekebalan tubuh yang diperoleh dari imunisasi dasar tersebut akan menurun seiring bertambahnya usia, terutama saat anak memasuki usia sekolah dasar. Di sinilah peran BIAS menjadi krusial.
“BIAS ini sangat penting karena sejak anak memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan kekebalan yang diperoleh ketika imunisasi saat bayi. Sehingga pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada usia dasar sekolah secara serentak di seluruh Indonesia,” jelas Sarifah dalam keterangannya.
Pelaksanaan BIAS memiliki sasaran yang spesifik. Untuk siswa kelas I, imunisasi yang diberikan adalah vaksin Measles Rubella (MR) yang berfungsi mencegah penyakit campak dan rubella. Sementara itu, siswi kelas V akan menerima vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai langkah pencegahan dini terhadap risiko kanker serviks di masa depan.
Pemberian vaksin ini dilakukan secara serentak di sekolah-sekolah, bekerja sama dengan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan setempat. Prosesnya diawasi langsung oleh petugas agar sesuai standar prosedur.
Keberhasilan imunisasi tidak hanya bergantung pada pelaksanaan di sekolah. Menurut Sarifah, peran pengurus PKK kampung dan kader Posyandu sangat vital karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan orang tua sehari-hari.
Para kader diminta untuk tidak sekadar menjadi pelaksana teknis, tetapi juga berperan sebagai penyuluh yang humanis dan edukatif. Tujuannya jelas: memberikan informasi yang benar kepada orang tua sehingga kekhawatiran yang tidak berdasar bisa dihilangkan.
“Pengurus PKK dan kader Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga menjadi duta penyuluh yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Kita ingin orang tua memahami bahwa imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi kesehatan anak,” ujarnya.
Di sela-sela peninjauan, Siti Sarifah juga menyempatkan diri menyapa para siswa. Dengan pendekatan yang hangat, ia mengingatkan anak-anak untuk menjaga kesehatan dengan tidak melewatkan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah.
“Anak-anak, sebelum ke sekolah sarapan dulu ya. Jangan lupa rajin-rajinlah belajar dan jadi anak cerdas,” pesannya kepada para siswa.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak tidak hanya soal vaksin, tetapi juga kebiasaan sehari-hari. Kombinasi antara imunisasi lengkap, asupan gizi baik, dan pola hidup sehat adalah kunci tumbuh kembang anak yang optimal.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, kader kesehatan, dan keluarga, diharapkan pelaksanaan BIAS dapat berjalan optimal. Semakin banyak anak yang terlindungi, semakin sehat pula generasi penerus bangsa.