Polinela dan Unila Pasang Irigasi Otomatis Bertenaga Surya untuk Kebun Terong KWT Anyelir di Lampung Selatan

Penulis: Nasrul Effendi  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:53:01 WIB
Polinela dan Unila memasang sistem irigasi otomatis bertenaga surya di kebun terong KWT Anyelir, Desa Hajimena, Lampung Selatan.

LAMPUNG SELATAN — Lahan terong milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Anyelir di Desa Hajimena, Lampung Selatan, resmi menggunakan sistem irigasi otomatis bertenaga surya. Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan Universitas Lampung (Unila) untuk menjawab keluhan para petani yang kerap kewalahan menyiram tanaman secara manual di tengah keterbatasan tenaga dan waktu.

Ketua Tim Pengabdian, Dila Febria, menyebut sistem yang dipasang bekerja berdasarkan sensor kelembapan tanah. Ketika tanah mulai kering di bawah batas optimal, pompa air akan menyala secara otomatis. Sebaliknya, pompa berhenti begitu kelembapan tanah kembali normal.

"Dengan memadukan IoT dan PLTS, kami menghadirkan teknologi yang benar-benar mandiri energi dan ramah lingkungan. Anggota KWT Anyelir kini tidak perlu lagi menyiram secara manual satu per satu tanaman terong," kata Dila di Lampung Selatan, Senin.

Sumber Listrik Mandiri untuk Pompa Air dan Sensor

Keunggulan utama dari teknologi ini terletak pada sumber dayanya. Alih-alih bergantung pada jaringan listrik konvensional yang membebani biaya operasional, seluruh perangkat IoT dan pompa air digerakkan oleh energi matahari yang disimpan melalui panel surya. Dengan begitu, para petani bisa menekan pengeluaran bulanan untuk kebutuhan irigasi.

Ketua KWT Anyelir, Vera Nova, mengaku terbantu dengan kehadiran teknologi ini. Menurutnya, penyiraman yang dulu menyita waktu dan tenaga kini bisa dilakukan tanpa campur tangan penuh dari anggota kelompok.

"Kami sangat bersyukur dan terbantu. Selain penyiraman menjadi otomatis dan hemat waktu, ketersediaan daya dari panel surya membuat operasional penyiraman otomatis kebun terong ungu tidak membebani biaya listrik kami," ujarnya.

Pelatihan Budi Daya dan Operasional Aplikasi

Pemasangan perangkat bukan satu-satunya agenda. Tim pengabdian dari Polinela dan Unila juga memberikan pelatihan teknis kepada 15 anggota KWT Anyelir, mencakup teknik budi daya tanaman terong hingga cara mengoperasikan sistem penyiraman lewat aplikasi di telepon pintar. Pendampingan ini bertujuan agar teknologi yang sudah terpasang bisa dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang), Kemdiktisaintek. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata Tridharma Perguruan Tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Vera berharap inovasi serupa bisa dikembangkan untuk mendukung kebutuhan irigasi di rumah kaca atau greenhouse milik KWT Anyelir. Dengan pola yang sama, efisiensi budi daya pertanian di tingkat kelompok tani diharapkan terus meningkat seiring penerapan konsep pertanian cerdas yang ramah lingkungan.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top