BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya jaminan keamanan dan stabilitas. Pernyataan ini disampaikannya di tengah peringatan satu tahun berdirinya Kodam XXI/Raden Intan, Senin, yang dihadiri jajaran Forkopimda dan panglima kodam.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Mirza itu, pertahanan dan pembangunan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Stabilitas menjadi syarat penting bagi pembangunan, sementara kesejahteraan dan persatuan masyarakat justru menjadi bagian tak terpisahkan dari kekuatan pertahanan negara.
Mirza menyebut peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa semakin dekat TNI dengan rakyat, semakin kuat pula pertahanan negara, dan semakin kuat hubungan tersebut, semakin cepat pula pembangunan daerah berjalan.
"Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya keamanan dan stabilitas. Sebaliknya, pertahanan yang kuat juga membutuhkan masyarakat yang sejahtera, bersatu, serta memiliki kepercayaan terhadap negara," ujar Mirza dalam sambutannya.
Di luar urusan pertahanan, Gubernur memberikan apresiasi khusus atas keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pertanian. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga produksi dan stabilitas harga komoditas.
Keterlibatan TNI yang tidak hanya berada di ruang pertahanan, tetapi juga hadir di tengah sawah mendampingi petani, disebut sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Produksi padi dan jagung disebutkan terus menunjukkan perkembangan positif, dan hal ini tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan aparat teritorial.
"Semakin dekat TNI dengan rakyat, semakin kuat pula pertahanan negara. Semakin kuat hubungan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, maka semakin kuat pula pembangunan daerah kita," tegasnya.
Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi menambahkan, keberadaan kodam merupakan bagian dari penguatan organisasi pertahanan dan pelayanan teritorial. Pihaknya memastikan seluruh prajurit didorong untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta Polri.
Dukungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Sejumlah fasilitas dan kemampuan satuan seperti kendaraan, alat berat, tangki air, serta personel terlatih, disebut siap dimanfaatkan untuk mendukung pemerintah daerah ketika terjadi kondisi darurat, termasuk bencana alam di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat maupun laut.
"Kami ingin memberikan prajurit yang betul memiliki kualitas dan standar sebagai seorang prajurit," kata Pangdam Kristomei Sianturi.
Ke depan, Kodam XXI/Raden Intan berkomitmen memperkuat peran satuan di tingkat desa. Hal ini dilakukan agar keberadaan TNI semakin dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Gubernur berharap Kodam XXI/Raden Intan dapat terus menjadi benteng pertahanan yang kokoh sekaligus sahabat masyarakat. Hadir untuk menjaga, membantu, membangun, serta memberikan rasa aman dan harapan bagi seluruh warga Lampung.