TANGGAMUS — Rumah milik Sayuti (55) dan istrinya, Wanti, di Pekon Kali Miring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, hangus terbakar pada Senin (10/8/2026) sore. Kebakaran menghabiskan seluruh bangunan beserta hampir semua barang milik keluarga tersebut.
Kepala Pekon Kali Miring, Syaefullah, mengatakan peristiwa itu bermula saat Sayuti baru selesai mandi sore dan duduk di depan rumah bersama istri serta sejumlah tetangga. Mereka tengah berbincang sambil membuat ketupat untuk tradisi Rabu Pamungkas ketika api tiba-tiba membesar dari dalam rumah.
Sayuti sempat berusaha menyelamatkan barang-barang di dalam rumah, tetapi api sudah terlalu besar. "Beliau berusaha mengamankan barang-barangnya di dalam rumah. Namun karena api sudah terlalu besar, beliau khawatir dan akhirnya hanya bisa pasrah," ujar Syaefullah, Selasa (11/8/2026).
Warga yang mengetahui kejadian itu berdatangan dan berupaya memadamkan api. Syaefullah juga menghubungi petugas pemadam kebakaran karena kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan warga.
Api sempat merambat ke rumah milik warga bernama Udin yang berada di sebelah rumah Sayuti. Bagian jendela rumah Udin terkena dampak kobaran api, tetapi beruntung api dapat ditangani sehingga tidak merambat ke bangunan lainnya.
Syaefullah menyebut seluruh bangunan rumah Sayuti dan Wanti hangus terbakar. Hampir semua barang milik keluarga itu tidak berhasil diselamatkan, termasuk pakaian, alat-alat rumah tangga, alat masak, dan barang simpanan.
"Rumah itu 100 persen hangus. Barang-barang seperti pakaian, alat-alat rumah tangga, termasuk alat masak dan barang simpanan juga tidak bisa diamankan," katanya.
Meski mengalami kerugian besar, Syaefullah bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Ia berharap keluarga korban mendapat perhatian dan bantuan setelah kehilangan tempat tinggal serta sebagian besar harta benda.
Syaefullah mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada keluarga Sayuti dan Wanti. Menurutnya, bantuan solidaritas sangat dibutuhkan untuk meringankan beban korban.
"Kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat, warga Kali Miring dan pihak terkait, termasuk Bapak Camat, dewan dan Bapak Bupati, agar kiranya dengan kejadian ini sama-sama memberikan uluran tangan dan sumbangan solidaritas," harapnya.
Pemerintah pekon akan mengupayakan pembangunan kembali rumah korban melalui program bedah rumah. "Rumah korban kebakaran akan dibangun secepatnya melalui bedah rumah," kata Syaefullah.
Untuk sementara, keluarga korban ditawarkan tempat tinggal oleh pihak pekon. Korban dapat memilih tinggal di rumah Kepala Pekon atau menempati rumah warga yang sedang ditinggal penghuninya.
"Untuk sementara korban ditawarkan tinggal di rumah Kepala Pekon atau menempati rumah warga yang sedang ditinggal penghuninya. Terserah kepada korban mau tinggal di mana," tandasnya.