BANDAR LAMPUNG — OJK Provinsi Lampung menempatkan ibu-ibu sebagai garda terdepan dalam edukasi keuangan keluarga. Melalui pengukuhan Bunda Literasi Keuangan, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang merangkul perempuan, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM agar lebih cermat mengelola uang.
Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, bertepatan dengan puncak Festival Literasi. Sebanyak 15 kabupaten/kota se-Lampung turut mengukuhkan perwakilannya, menjadikan total 16 Bunda Literasi Keuangan yang resmi bertugas.
Peran Strategis Ibu dalam Mencegah Pinjol Ilegal
Kepala Divisi Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar memahami produk jasa keuangan. Lebih dari itu, ini tentang membentuk perilaku keuangan yang bijak sejak dari lingkungan terkecil.
"Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan menjadi penggerak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan komunitas," ujarnya dalam sambutan yang dibacakan di hadapan para tamu undangan.
Wagub Lampung: Budaya Baca Tumbuh dari Rumah
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memberikan apresiasi atas sinergi OJK dengan pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK. Ia mengingatkan bahwa gerakan literasi tidak dimulai dari ruang besar, melainkan dari kebiasaan kecil di rumah.
"Sebab sesungguhnya budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar," kata Jihan.
Daftar Bunda Literasi Keuangan yang Dikukuhkan
Purnama Wulan Sari Mirza resmi menyandang gelar Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung. Sementara itu, Eva Dwiana ditunjuk untuk Kota Bandar Lampung dan Eni Sumiati Bambang mewakili Kota Metro.
Untuk tingkat kabupaten, nama-nama yang dikukuhkan antara lain Elfianah (Mesuji), Herlinawati Qudrotul (Tulang Bawang), Partinia (Lampung Barat), Zita Anjani (Lampung Selatan), Ayu Asalasiyah (Way Kanan), Meri Farida Hamartoni (Lampung Utara), serta Dian Hardiyanti (Pesisir Barat).
Lanjut ke kabupaten lainnya, Rahayu Sri Astutik (Pringsewu), Ni Ketut Dewi Nadi (Lampung Tengah), Siti Mahmudah (Tanggamus), Aria Sandi (Pesawaran), Huzaimah Azwar Hadi (Lampung Timur), dan Novianti Novriawan (Tulang Bawang Barat) turut dilantik dalam kesempatan yang sama.
Pojok Literasi Keuangan dan Layanan SLIK Dibuka untuk Publik
Bersamaan dengan pengukuhan, OJK Lampung memberikan pembekalan khusus kepada para Bunda Literasi. Materi yang disampaikan menyasar pengelolaan keuangan sehat dan pengenalan produk jasa keuangan legal.
Masyarakat umum juga dapat memanfaatkan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dibuka di lokasi acara. Layanan ini membantu warga mengecek status kredit atau riwayat keuangan mereka secara resmi.
Selain itu, OJK meresmikan Pojok Literasi Keuangan yang akan menjadi pusat informasi bagi warga yang ingin berkonsultasi seputar produk keuangan. Talkshow edukasi keuangan untuk pelajar dan mahasiswa juga digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi tersebut.